Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kepala BAPPISUS: Konsep Hospital Without Walls Layak Jadi Program Nasional
Jumat, 23 Januari 2026 14:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto bersama politisi Effendi Simbolon menilai konsep Hospital Without Walls layak diangkat menjadi program nasional. Konsep tersebut dinilai terbukti meningkatkan efisiensi layanan dan menekan biaya kesehatan.
Apresiasi itu disampaikan Aries dan Effendi dalam Ujian Doktor Terbuka dr. Supriyanto di Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat (23/1/2026). Keduanya hadir dan memberikan tanggan sebagai Undangan Akademik.
Menurut Aries, dr. Supriyanto memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan rumah sakit, baik saat memimpin RSUD dr. Iskak Tulungagung maupun kini sebagai Direktur Utama RSCM Jakarta. Pengalaman tersebut, terutama dalam penerapan digitalisasi layanan, dinilai mampu meminimalkan proses pelayanan sekaligus menekan biaya.
“Ini sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan rumah sakit di seluruh Indonesia,” kata Aries dalam sidang tersebut.
Ia menyebut telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan terkait pengembangan konsep tersebut ke depan. Aries berharap gagasan yang dipresentasikan dr. Supriyanto dapat ditindaklanjuti dan dikembangkan menjadi program nasional agar pelayanan rumah sakit, khususnya RSUD, berjalan lebih baik dan biayanya terjangkau oleh masyarakat.
Baca juga : Apresiasi Konsep Hospital Without Walls, Menkes Harap Direplikasi Di Daerah Lain
Aries juga menyoroti keberhasilan penerapan sistem digitalisasi, termasuk layanan home care, yang telah dijalankan dr. Supriyanto. Ia menyebut, saat memimpin RSUD dr. Iskak Tulungagung, konsep tersebut terbukti membawa rumah sakit daerah itu meraih predikat rumah sakit terbaik di dunia. Kondisi serupa, lanjutnya, kini mulai terlihat di RSCM yang dinilai jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Ke depan, Aries menyatakan konsep tersebut akan dibahas secara teknis bersama kementerian terkait, termasuk Kementerian Dalam Negeri, mengingat implementasinya melibatkan pemerintah daerah dan para bupati di seluruh Indonesia.
"Dari pembahasan itu akan disusun formula serta mekanisme terbaik untuk penataan sistem pelayanan rumah sakit umum daerah secara nasional," paparnya.
Ia mengakui penerapan konsep tersebut tidak lepas dari tantangan, termasuk persoalan soft skill sumber daya manusia. Namun, Aries menegaskan jika mekanisme yang konkret telah terbentuk, hasilnya akan dilaporkan kepada Presiden sebagai bagian dari upaya perbaikan sistem layanan kesehatan nasional.
Hal senada disampaikan Effendi Simbolon. Ia ikut memberikan dukungan terhadap gagasan layanan kesehatan yang dikembangkan dr. Supriyanto. Effendi menilai konsep tersebut layak mendapat perhatian serius hingga tingkat Presiden.
Baca juga : Profil Dirut RSCM, Penggagas Hospital Without Walls Yang Diangkat Jadi Disertasi
Effendi menyebut kehadirannya dalam sidang tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap dr. Supriyanto, yang dinilainya memiliki rekam jejak kuat dari pelayanan kesehatan di daerah hingga memimpin rumah sakit rujukan nasional. Menurutnya, gagasan yang dibangun dari pengalaman panjang di lapangan patut mendapat ruang lebih luas.
Ia juga mengapresiasi langkah Menteri Kesehatan yang berani menunjuk sosok berlatar daerah untuk memimpin RSCM. Effendi menilai keputusan tersebut penting untuk mengubah wajah layanan rumah sakit yang selama ini kerap dipersepsikan elitis.
“Dengan pengalaman di daerah, ada pemahaman langsung tentang penderitaan masyarakat kecil,” ujarnya.
Dari sudut pandang politik, Effendi menilai gagasan yang diusung dr. Supriyanto layak dipresentasikan langsung kepada Presiden. Ia membayangkan ke depan Presiden dapat mengundang para kepala daerah untuk mendengar langsung konsep tersebut sebagai bagian dari perbaikan sistem pelayanan rumah sakit di seluruh Indonesia.
Effendi menegaskan, tantangan utama implementasi gagasan tersebut bukan pada konsep. Melainkan pada kemauan politik dan kesiapan sistem, termasuk teknologi. Dengan hadirnya berbagai pejabat penting dalam sidang tersebut, mulai dari Menteri Kesehatan, dan Menko PMK Pratikno, ia menilai hambatan untuk merealisasikannya semakin kecil.
Baca juga : Dirut RSCM Ulas Hospital Without Walls Dalam Disertasi Doktor, Begini Isinya
“Kita membutuhkan sistem pelayanan kesehatan yang berpihak pada pasien. Gagasan ini sudah terbukti di daerah dan sangat layak untuk ditindaklanjuti,” kata Effendi.
Sekadar latar, disertasi dr. Supriyanto berjudul “Pengembangan Model Manajemen Rumah Sakit Berbasis Konsep Hospital Without Walls dalam Platform Public Safety Centre” menempatkan Public Safety Center (PSC) 119 sebagai pusat koordinasi klinis terintegrasi. Melalui sistem ini, layanan kesehatan tidak lagi menunggu pasien datang ke rumah sakit, melainkan dimulai sejak pra-rumah sakit melalui koordinasi lintas fasilitas dan lintas sektor.
Model tersebut merujuk pada praktik yang dijalankan lebih dari 11 tahun di RSUD Dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur. PSC 119 berfungsi sebagai clinical coordination center yang menghubungkan rumah sakit, puskesmas, ambulans, pemadam kebakaran, kepolisian, PMI, hingga relawan. Triase atau penyaringan dilakukan sejak dini sehingga pasien gawat darurat tertangani lebih cepat. Sementara kasus stabil dapat dirawat dari rumah berbasis telemedicine. Dampaknya, akses layanan meningkat, biaya lebih efisien, dan mutu klinis tetap terjaga.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya