Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penguatan Zakat Produktif Jadi Kunci Hadapi Dampak Krisis Global
Kamis, 18 Juni 2026 11:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menilai penguatan zakat produktif menjadi strategi penting untuk menjaga ketahanan ekonomi masyarakat di tengah ketidakpastian dan krisis global yang terus berkembang.
Pimpinan BAZNAS Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi Syarifuddin mengatakan, zakat tidak hanya berfungsi sebagai jaring pengaman sosial (social safety net), tetapi juga harus dioptimalkan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kemandirian mustahik dalam jangka panjang.
"Potensi zakat sebagai alternatif untuk mendorong selain social safety net, ini harus didorong ke arah penguatan pemberdayaan. Zakat yang sifatnya pemberdayaan harus lebih diaktifkan agar dalam jangka panjang, apa pun kondisinya, mustahik itu tetap kuat," kata Syarifuddin usai menghadiri seminar Islamic Economic Outlook 2026: Scenario & Strategic Options from Iran-US-Israel Regional Crisis yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) di Jakarta, Rabu (17/6/2027).
Baca juga : CERI: Sinergi Migas dan EBT jadi Kunci Ketahanan Energi Nasional
Menurutnya, optimalisasi zakat produktif menjadi semakin mendesak di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan meningkatnya harga berbagai kebutuhan yang berdampak langsung terhadap sektor riil.
"Sektor riil hampir semuanya mengeluh karena daya beli masyarakat semakin berkurang. Kemampuan daya beli menurun, sementara harga-harga semakin mahal," katanya.
Untuk memperkuat dampak program pemberdayaan ekonomi, BAZNAS saat ini memprioritaskan digitalisasi sistem pengelolaan zakat. Langkah tersebut dilakukan guna mengonsolidasikan potensi zakat nasional agar penyaluran dan pemberdayaan dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Baca juga : PIM Kukuhkan Pengurus Amerika Serikat, Perkuat Jejaring Perempuan Global
Sementara itu, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan pentingnya membangun ketahanan ekonomi nasional melalui transformasi struktural guna menghadapi ketidakpastian global yang semakin kompleks dan berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi domestik.
Menurut Febrian, penguatan ekonomi syariah dan hilirisasi industri halal perlu menjadi pilar utama dalam mendorong kemandirian ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
"Ekokomi Islam bukan melulu soal identitas atau preferensi keagamaan. Ekonomi Islam menawarkan sebuah kerangka kerja yang menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan keberlanjutan," ujarnya.
Baca juga : Gandung Pardiman: Pariwisata Jadi Tameng Devisa di Tengah Krisis Global
Ia menambahkan, pendekatan ekonomi Islam dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan geopolitik dan geoekonomi yang terjadi di tingkat global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya