Dark/Light Mode

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Di Melbourne

Senin, 29 Juni 2026 23:11 WIB
PELETAKAN BATU PERTAMA – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) didampingi pengusaha H Yendra Fahmi (kiri) meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne, Australia, Sabtu (27/6/2026). Dok. Ist
PELETAKAN BATU PERTAMA – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) didampingi pengusaha H Yendra Fahmi (kiri) meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne, Australia, Sabtu (27/6/2026). Dok. Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne, Australia, Sabtu (27/6/2026). Pembangunan masjid yang diprakarsai diaspora Indonesia itu diharapkan menjadi pusat ibadah, pembinaan, dan pemberdayaan umat bagi masyarakat Muslim Indonesia di Australia.

Masjid Hajjah Yuliana akan dibangun di atas lahan bekas kantor polisi (former police station) yang berhasil dibeli melalui semangat gotong royong masyarakat Muslim Indonesia di Melbourne bersama para wakif dan donatur. Kehadiran masjid tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan pusat kegiatan Islam bagi diaspora Indonesia di negara bagian Victoria.

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan JK yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI). Acara tersebut dihadiri tokoh masyarakat, ulama, pengusaha, serta komunitas Muslim Indonesia di Australia.

Sehari sebelumnya, Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma'ruf Amin turut meninjau lokasi pembangunan masjid dan menandatangani prasasti peletakan batu pertama sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah tersebut.

Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana mendapat dukungan dari pengusaha asal Nagari Sulit Air, Sumatera Barat, H. Yendra Fahmi. Nama masjid diambil dari nama almarhumah ibundanya, Hajjah Yuliana, sebagai wujud penghormatan, cinta, dan bakti seorang anak kepada orang tua.

Dalam sambutannya, JK mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Indonesia di perantauan yang berhasil mewujudkan pembangunan rumah ibadah di Australia.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan Pada Ahli Waris PPSU Cipinang Muara

Di hadapan masyarakat Muslim Indonesia di Australia, JK menegaskan kemakmuran sebuah masjid ditentukan oleh tiga unsur utama, yakni pihak yang membangun, pengurus yang mengelola, serta jamaah yang memakmurkannya melalui kegiatan ibadah maupun aktivitas sosial kemasyarakatan.

"Masjid akan benar-benar hidup apabila dibangun, dikelola dengan baik, dan dipenuhi jamaah yang beribadah serta melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar JK.

Menurutnya, keberadaan masjid di luar negeri memiliki fungsi yang lebih luas, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat persatuan komunitas Muslim Indonesia sekaligus penjaga identitas, budaya, dan peradaban bangsa di tengah masyarakat yang multikultural.

JK juga mengajak umat Islam untuk tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan kemampuan menguasai teknologi.

"Ibadah dan penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan. Umat Islam harus mampu melahirkan generasi yang menguasai teknologi agar mampu bersaing dan membangun peradaban," katanya.

Selain itu, JK menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan ekonomi umat. Menurutnya, pembangunan ekonomi yang kuat akan memperbesar kemampuan masyarakat dalam menjalankan kewajiban sosial keagamaan, termasuk menunaikan zakat.

Baca juga : UI Kembangkan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas Di Rusunawa KS Tubun

Sementara itu, Ustaz Dasaad Latief mengatakan pembangunan Masjid Hajjah Yuliana memiliki makna yang jauh melampaui pembangunan fisik semata.

"Bagi kami, masjid ini bukan hanya sebuah bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol cinta, penghormatan, dan bakti kepada orang tua, sekaligus warisan kebaikan yang diharapkan terus mengalir manfaatnya bagi umat," katanya.

Menurut Dasaad, penamaan masjid tersebut menjadi teladan bahwa nilai bakti kepada orang tua dapat diwujudkan melalui amal jariyah yang manfaatnya akan terus dirasakan masyarakat.

Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma'ruf Amin didampingi pengusaha Yendra Fahmi meninjau lokasi pembangunan Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne, Australia, Jumat (26/6/2026), sekaligus menandatangani prasasti peletakan batu pertama.

Konjen RI: Jadi Pusat Persatuan Diaspora

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan Masjid Hajjah Yuliana dan pengembangan Islamic Center Indonesia Community Victoria (ICV).

Menurut Yohannes, pembangunan tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan komunitas Muslim Indonesia di Australia sekaligus memperkuat peran ICV sebagai rumah besar yang mempersatukan masyarakat Indonesia di Victoria.

Baca juga : Ketika Agama Hanya Di Sektor Hilir

Ia berharap masjid beserta pusat kegiatan Islam tersebut dapat menjadi wajah Islam Indonesia yang ramah, toleran, serta mempererat persaudaraan antarsesama.

"Semoga Masjid Hajjah Yuliana menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi umat serta memperkuat hubungan masyarakat Indonesia di Australia," ujar Yohannes.

Masjid Hajjah Yuliana diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan umat bagi diaspora Indonesia di Melbourne. Kehadirannya juga menjadi bukti kontribusi masyarakat Indonesia di luar negeri dalam membangun kebersamaan, memperkuat ukhuwah, serta mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi mendatang.

Pembangunan masjid tersebut menjadi simbol bahwa nilai bakti kepada orang tua, semangat gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia, di mana pun mereka berada.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.