Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kecelakaan Kapal Berulang, Komisi V DPR Tagih Janji Evaluasi Menyeluruh
- Bidik Ekspor CPO 25 Persen, PTPN IV PalmCo-Kemendag Siap Tembus Pasar Global
- Pascainsiden KMP Batumandi, ASDP Pastikan Layanan Express 1 Kembali Normal
- Pertamina Patra Niaga Raih ESG NOW Awards 2026 Berkat Inovasi SAGARI
- BI Tahan Suku Bunga 5,75%, Deposit Facility Naik Jadi 5%
Putu Supadma Rudana Anugerahkan Mahottama Adibudaya Nusantara ke Fadli Zon
Rabu, 21 Oktober 2026 20:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Oktober menjadi bulan sakti bagi permuseuman dan kebudayaan Indonesia. Puncak peringatan Hari Museum Indonesia ke-11 dan Hari Kebudayaan Nasional 2026 digelar di Museum Rudana of The Rudana Art Institution, Bali, Senin (19/10/2026). Momentum ini ditandai dengan penganugerahan penghargaan kepada sejumlah tokoh bangsa atas dedikasi, pemikiran, dan kontribusinya bagi kebudayaan serta pembangunan Indonesia.
Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana yang juga Pimpinan The Rudana Art Institution (Museum, Gallery, Foundation, Think Tank, dan Conceptualist of Art) mengatakan Oktober memiliki makna istimewa bagi permuseuman dan kebudayaan nasional.
“Bulan ini diawali dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober, dilanjutkan Hari Museum Indonesia pada 12 Oktober, serta Hari Kebudayaan Nasional pada 17 Oktober,” ujar Putu, melalui keterangan persnya, Rabu (21/10).
Baca juga : Hari Museum Indonesia ke-11, Putu Rudana: Museum Adalah Rumah Kebudayaan Kita
Sebagai pimpinan The Rudana Art Institution, Putu mengapresiasi kehadiran para tokoh, budayawan, seniman, pengabdi museum, serta berbagai elemen masyarakat yang turut menyukseskan perayaan bulan sakti dengan bertajuk Setanggi Puspa Budaya tersebut. Apresiasi juga disampaikan Putu kepada para sahabat permuseuman yang mengikuti kegiatan secara daring.
“Hari ini, Asosiasi Museum Indonesia menganugerahkan Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian, dedikasi dan komitmennya dalam membangun kehidupan museum dan kebudayaan Indonesia,” ujar Putu.
Asosiasi Museum Indonesia menganugerahkan Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Sementara itu, Museum Rudana menganugerahkan Ksatria Mahottama Nagara Award kepada Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo begawan ekonomi Indonesia. Pemikiran dan pengabdian Soemitro dalam perkembangan ekonomi serta pembangunan nasional yang mengimplementasikan ekonomi kerakyatan dan ekonomi budaya.
Baca juga : Garap 20 Film Kepahlawanan, Kemenbud Ingin Sejarah Makin Mudah Dikenal
Selain itu, Penghargaan Ksatria Mahottama Budaya Award juga diberikan kepada maestro seni rupa Nyoman Nuarta atas perjalanan penciptaan dan kontribusinya dalam memperkaya seni rupa Indonesia hingga dikenal di tingkat internasional dengan capaian yang luar biasa, Garuda Wishnu Kencana park dan Garuda Ibu kota negara.
“Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap pemikiran, ide, dan gagasan yang menjadi inspirasi warisan keteladanan bagi generasi penerus. Pengabdian di bidang kebudayaan, bukan hanya tentang pencapaian personal, melainkan sumbangsih bagi kemajuan peradaban bangsa,” ucap Putu.
Putu Supadma Rudana (kiri) bersama para penerima penghargaan.
Selain penganugerahan penghargaan, perayaan ini juga menghadirkan pagelaran “Huni-Jnana-Hana” oleh Institut Seni Indonesia Bali, serta pameran tunggal perupa Wayan Kun Adnyana bertajuk “Guwung Suwung”.
Baca juga : Perpusnas-Kemenbud Bersinergi dalam 4 Ruang Lingkup Pemajuan Warisan Budaya
Selaku pimpinan museum Rudana, Putu juga menyampaikan apresiasi kepada pendiri Museum Rudana, Nyoman Rudana dan Olastini Rudana yang telah memberikan ruang dan kesempatan bagi mahasiswa dan keluarga besar ISI Bali untuk mempagelarkan pertunjukan seni budaya.
Mengusung tema “Museum Soko Guru Bangsa, Rumah Kebudayaan Kita”, puncak peringatan Hari Museum Indonesia ke-11 dipusatkan di Museum Rudana, Bali. Ini menegaskan bahwa museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah dan karya seni, tapi museum merupakan ruang untuk merawat ingatan kolektif, menumbuhkan pengetahuan, memperteguh jati diri, serta mewariskan nilai dan keteladanan kepada generasi mendatang.
Di museum Rudana Prasasti Mahottama Adibudaya Nusantara tercatat di halaman Lilaloka Museum Rudana memuat empat nilai utama, yakni Karunia Dharma Semesta yang memaknai daya cipta dan pengabdian sebagai amanah kehidupan; Puja Cipta Mahakarya yang menempatkan karya sebagai persembahan hasil ketekunan dan kecintaan; Lascarya Bersama Senantiasa yang menegaskan pentingnya ketulusan, kebersamaan, dan kesinambungan antargenerasi; serta Memulia Adibudaya Nusantara yang mengajak masyarakat menjunjung tinggi nilai, pengetahuan, seni, tradisi, dan kebajikan luhur Nusantara agar terus hidup dan bermakna sepanjang zaman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya