Dark/Light Mode

Segera Dibuka, Pusat Budaya Dan Bahasa Indonesia Di Republik Belarus

Kamis, 25 November 2021 11:53 WIB
Pertemuan KBRI Moskow dan Minsk State Linguistic University untuk Pembentukan Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia, Selasa (23/11). (Foto: KBRI Moskow)
Pertemuan KBRI Moskow dan Minsk State Linguistic University untuk Pembentukan Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia, Selasa (23/11). (Foto: KBRI Moskow)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka mempererat hubungan persahabatan antar Indonesia-Belarus melalui pertukaran budaya, serta pembelajaran Bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa Belarus, KBRI Moskow bekerja sama dengan Minsk State Linguistic University (MSLU) merintis pendirian Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia.

"Pendirian Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia di MSLU diharapkan dapat semakin memperkuat people to people contact antar Indonesia-Belarus, serta meningkatkan saling pengertian dan citra positif Indonesia di Republik Belarus," ungkap Azis Nurwahyudi, Wakil Duta Besar (Dubes) RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, yang memimpin delegasi KBRI Moskow dalam pertemuan persiapan pendirian Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia dengan MSLU di Minsk, Republik Belarus, Selasa (23/11).

Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia yang akan didirikan di MSLU, bakal menjadi yang pertama di Republik Belarus. Sekaligus pertama kali didirikan melalui kerangka kerja sama kemitraan dengan universitas di kawasan Eropa Timur.

Wakil Dubes Azis Nurwahyudi mengatakan, MSLU merupakan mitra kerja sama yang tepat untuk merealisasikan pendirian Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia secara efektif.

Berita Terkait : MCP Rendah, KPK Perkuat Pendampingan Dan Pengawasan Di Papua

"MSLU memiliki reputasi, kualifikasi dan rekam jejak sebagai universitas unggulan terbaik di Republik Belarus untuk program pendidikan bahasa asing (foreign languages) dan pengajaran lintas budaya (intercultural)," jelasnya.

Rektor MSLU Natalja Laptseva menyambut baik rencana tersebut. Dia pun menyatakan kesiapan institusi pendidikan yang dipimpinnya, untuk menjadi tuan rumah Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia.

"Pendirian Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia di MSLU akan menjadi jembatan yang sangat baik bagi para mahasiswa dan akademisi kami (Belarus), untuk mengenal lebih dekat berbagai potensi Indonesia melalui kebudayaaan serta pembelajaran Bahasa Indonesia," tutur Rektor Laptseva.

Program kerja dan kegiatan yang akan dikembangkan oleh Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia di MSLU antara lain meliputi fasilitasi promosi seni budaya Indonesia di kampus MSLU, pelatihan seni budaya Indonesia kepada warga Belarus,  dan penyediaan corner untuk showcase produk budaya Indonesia. Serta kursus/ pengajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) untuk mahasiswa MSLU, dan warga Belarus umum lainnya.

Berita Terkait : Perkuat Kerja Sama, Indonesia-Denmark Bangun Konsep Pelayaran Hijau

"Ke depannya, pengembangan dan pelaksanaan berbagai kegiatan pada Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia di MSLU akan melibatkan peran aktif Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan universitas mitra di Tanah Air," ujar Wakil Dubes Nurwahyudi.

Sebagai bagian dari resiprokalitas kerja sama, Rektor Laptseva mengharapkan dibukanya peluang pembentukan perjanjian kerja sama antara MSLU dengan universitas mitra di Indonesia.

"MSLU menantikan untuk mengembangkan kemitraan dengan universitas di Indonesia. Termasuk, mendirikan pusat serupa di salah satu universitas di Indonesia. Di samping itu, MSLU juga siap menerima mahasiswa dan dosen Indonesia, untuk menimba ilmu pada berbagai fakultas dan jurusan unggulan yang dimiliki," paparnya. 

Menanggapi Rektor Laptseva, Wakil Duta Besar RI menyampaikan, KBRI Moskow melalui Atase Pendidikan senantiasa siap bekerja sama dan membantu MSLU, dalam menjajaki pengembangan kerja sama dengan universitas yang potensial menjadi mitra kerja sama.

Berita Terkait : Ganda Putri Jepang Kuasai Indonesia Masters 2021

"Indonesia juga memiliki sejumlah universitas terbaik, dengan profil dan rekam jejak yang sejalan dengan MSLU yang merupakan leading university pada program pendidikan bahasa dan cross cultural studies)," tandas Wakil Dubes Nurwahyudi. [HES]