Dewan Pers

Dark/Light Mode

Presidensi G-20

KBRI Beijing Gelar Media Gathering Bahas ‘Updates From Indonesia’

Sabtu, 4 Desember 2021 09:56 WIB
Dubes Djauhari Oratmangun di acara media gathering. (Foto: KBRI Beijing)
Dubes Djauhari Oratmangun di acara media gathering. (Foto: KBRI Beijing)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing menggelar media gathering bertema ‘Updates from Indonesia’ sebagai wadah dialog bersama media lokal RRT. Acara ini bertepatan dengan Presidensi G20.

Media gathering dimaksudkan untuk menginformasikan berbagai perkembangan di tanah air termasuk isu-isu strategis yang telah berkembang antara Indonesia dan RRT.

Media gathering ini dihadiri sekitar 60 wartawan, koresponden perusahaan serta jurnalis media lokal daring dan luring, Rabu (1/12).

Dubes Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun menyampaikan apresiasi kepada seluruh media lokal RRT yang telah memfasilitasi promosi Indonesia melalui platform media yang tersebar di seluruh RRT.

Pada kesempatan tersebut Dubes Djauhari menyampaikan bahwa Presidensi G20 Indonesia yang dimulai Rabu (1/12) akan mengusung tema ‘Recover Together, Recover Stronger’.

Tema ini relevan dalam merefleksikan dinamika global saat ini dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi. Selain itu tema ini juga bermakna bahwa upaya bersama memerangi pandemi harus bersifat inklusif, berfokus pada komunitas, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

 

 

Berita Terkait : Presidensi G20, Pemerintah Bakal Gandeng Komunitas Media Nasional Dan Internasional

Pada kesempatan tersebut, Dubes Djauhari memyampaikan performa nilai perdagangan Indonesia-RRT yang menarik karena per periode Januari-September 2021 angka perdagangan mencapai 85,3 miliar dolar AS.

Nilai ekspor Indonesia ke RRT terbilang tinggi di angka 42,8 miliar dolar AS dengan pertumbuhan 59,7 persen dibandingkan total ekspor Indonesia ke RRT di tahun 2020. Total nilai impor Indonesia di tahun 2021 di angka 42,5 miliar dolar AS juga naik 46,5 persen dibanding tahun lalu.

Dubes Djauhari mengatakan, potensi kerja sama di sektor ekonomi digital Indonesia dan RRT perlu ditingkatkan karena Indonesia menargetkan 12 persen keseluruhan PDB dari sektor tersebut pada tahun 2025.

Sementara di bidang investasi, Dubes Djauhari menyampaikan mengenai sinergi Global Maritime Fulcrum dan Belt and Road Initiative pada 4 koridor ekonomi, yaitu: Economic and Business Hub for ASEAN (Sumatera Utara), Energy and Miniral Hub (Kalimantan Utara), Hightech and Creative Economny Hub (Bali) dan Pacific Rim Economy Hub (Sulawesi Utara).

Kerja sama proyek-proyek non koridor ekonomi seperti kereta cepat Jakarta-Bandung dan Two Countries Twin Parks diharapkan dapat diaktualisasi di akhir 2022.

Dubes Djauhari turut sampaikan perkembangan program vaksinasi yang telah mencapai tingkat 70 persen dari jumlah penduduk.

&

 

Berita Terkait : Sasar Generasi Z, Restoran Taco Bell Resmikan Gerai Kedua di Indonesia

Selain itu, guna mengakselerasi program vaksinasi, BPOM telah menerbitkan Emergency Use Authorization untuk 11 tipe vaksin yaitu CoronaVac (Sinovac), Bio Farma Covid-19, AstraZeneca, Sinopharm, Bio Farma-Moderna, Comirnaty (Pfizer-BioNTech), Sputnik-V, Janssen Covid-19, Convidecia, Zifivax, dan Covovax Covid-19 dari Serum Institute of India Pvt. Ltd., India.

Indonesia sendiri telah mengembangkan vaksin Merah Putih menggunakan teknologi vaksin inaktivasi untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Menurutnya sektor pendidikan juga berperan penting dalam penguatan people-to-people antara Indonesia dan RRT. Per tahun 2020 terdaftar 15,670 mahasiswa melaksanakan studi di RRT.

Banyak dari mereka terpaksa kembali ke Indonesia karena pandemi dan terpaksa melaksanakan studi secara online. Dubes Djauhari berharap agar mahasiswa Indonesia dapat segera melanjutkan kembali studinya di RRT secara offline.

Dalam pertemuan itu, Dubes Djauhari mempromosikan pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara dengan aturan kesehatan yang telah berlaku sejak 14 Oktober 2021 sesuai prinsip Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE).

 

 

Harapannya, dengan membuka Bali bagi 19 negara termasuk RRT melalui penerbangan internasional ke Bali dan Riau, dapat menggairahkan kembali sektor ekonomi pariwisata. Dalam konteks hubungan ASEAN-China,

Berita Terkait : Pemkot Tangerang Gelar Job Fair Tingkat Kelurahan, Pertama Di Indonesia

Ia menyampaikan bahwa ASEAN telah mencapai konsensus untuk meningkatkan hubungan dengan RRT ke tingkat Comprehensive Strategic Partnership dalam dokumen ASEAN-China Strategic Partnership Vision 2030 guna mendukung implementasi Rencana Aksi ASEAN-China Strategic Partnership for Peace and Prosperity (2021-2025).

"Dengan kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan strategis dalam upaya kerja sana yang saling menguntungkan demi stabilitas di kawasan," ujar Dubes Djauhari seperti dalam keterangannya, Sabtu (4/12).

Menutup media gathering, Dubes Djauhari sampaikan bahwa Indonesia dan RRT telah memberikan contoh positif bahwa kerja sama dan saling mendukung satu sama lain pada saat sulit akan membawa hasil positif bagi kedua negara.

Pada pertemuan ini, diumumkan pula penandatanganan MOU dan LOI paska Trade Expo Indonesia antara perusahaan Indonesia dan RRT dengan nilai total mencapai US 1,6 miliar.

Dubes Djauhari mengajak insan media untuk terus mengelola hubungan baik kedua negara melalui pemberitaan yang akurat, faktual dan positif agar kerjasama kedua negara dapat mencapai potensi maksimalnya.[SRI]