Dark/Light Mode

Atlet Ski Milenial AS Pilih Bela China di Olimpiade Musim Dingin 2022

Senin, 10 Juni 2019 09:15 WIB
Atlet Ski Milenial AS Pilih Bela China di Olimpiade Musim Dingin 2022

RM.id  Rakyat Merdeka - Atlet ski milenial AS Eileen Gu, akhirnya memutuskan bertanding di Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing, dengan status warganegara China. Federasi Ski Internasional melaporkan, atlet berusia 15 tahun itu telah mengganti afiliasi kewarganegaraannya, dari Amerika ke China, bulan Juni ini.

Meski Komite Olimpiade membolehkan atlet berkewarganegaraan ganda untuk memilih negara mana yang akan diwakili, namun pemerintah China tidak memperkenankan Gu mempertahankan kewarganegaraan Amerika-nya. Sebab, China tidak mengenal kewarganegaraan ganda.

"Saya ikut kompetisi ini, demi menyatukan dua negara. Amerika dan China adalah rumah bagi saya. Saya sangat ingin menghapus jurang pemisah antara Amerika dan China, melalui cinta dan hasrat di bidang olahraga ski," ungkap Gu kepada Inkstone, melalui akun Instagramnya, Jumat (8/6).

Gu mengaku akan tetap tinggal, melatih, dan bersekolah di AS. Ia hanya akan mengunjungi China, pada saat liburan musim panas dan mengikuti kompetisi. Dia tak berkomentar apa pun, saat ada netizen yang bertanya soal kewarganegaraan Amerika-nya.

Baca juga : PSSI Terus Pacu Garuda Select untuk Tampil Prima di Olimpiade 2024

Berkompetisi untuk negara lain, sebenarnya adalah praktek yang lazim bagi para atlet. Namun, jarang sekali atlet yang memilih kewarganegaraan China. Maklumlah, di antara negara-negara maju, paspor China adalah yang terlemah. Di samping itu, pemerintah negeri Tirai Bambu itu juga jarang sekali memberikan kewarganegaraan pada non etnis China.

Gu yang lahir dan tumbuh di San Francisco, AS dikenal fasih berbahasa Mandarin. Ibunya orang Beijing asli.

Di Weibo, Twitter-nya China, netizen negeri Panda menyambut gembira keputusan Gu membela negaranya di Olimpiade Musim Dingin 2022. "Kami semua menyambut gembira keputusanmu membela China," komentar seorang netizen, yang termasuk paling banyak mendapat tanda suka.

"Semoga lebih banyak putra-putri China yang kembali ke pangkuan negara," ujar netizen lainnya.

Baca juga : Semua Atlet Siap Tanding di Piala Sudirman 2019

AS banyak memiliki atlet ski kelas dunia. Sengitnya kompetisi masuk timnas, membuat sebagian atlet terpaksa mengganti kewarganegaraannya. Hasil riset CapRelo, perusahaan mobilitas global menunjukkan, di Olimpiade Musim Dingin 2018, 178 atlet tampil membela negara lain, yang bukan kewarganegaraannya. Termasuk, 37 atlet dari AS.

Namun, motivasi semacam itu tak berlaku bagi Gu. Milenial cantik yang mengenal ski sejak umur tiga tahun, dan meraih berbagai medali dalam gaya bebas ski, yakin akan terpilih masuk tim Olimpiade. Sekalipun masuk lewat jalur warganegara AS.

"Motivasi saya lebih besar dari diri saya sendiri. Saya ingin meniadakan jurang pemisah antara AS dan China," tegasnya sekali lagi.

Atlet China sendiri, terutama untuk cabang olahraga tenis meja, banyak yang bermigrasi dan tampil membela negara lain. Tapi, untuk urusan cabang olahraga musim dingin, mereka menghadapi kelangkaan bakat.

Baca juga : Menpora Yakin Indonesia Bisa Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Dalam Olimpiade Musim Dingin 2018, China hanya mampu mengantongi sembilan medali. Bandingkan dengan Norwegia yang membawa pulang 39 medali, AS 23, dan tuan rumah Korsel 17.

Pemerintah China yang menjadikan olahraga sebagai indikator kunci kekuatan negara, saat ini tengah berupaya membidik 300 juta warganya untuk dilatih dalam olahraga musim dingin. Untuk itu, pemerintah China membangun ratusan skating rinks dan ski resorts di seluruh penjuru negerinya.

Di Olimpiade Musim Dingin mendatang, pemerintah China bertekad memaksimalkan upaya untuk meraup medali sebanyak-banyaknya. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.