Dewan Pers

Dark/Light Mode

Setelah Djokovic, Australia Kini Batalkan Visa Petenis Ceko Renata Voracova

Sabtu, 8 Januari 2022 10:00 WIB
Petenis Ceko Renata Voracova (Foto: Getty Images)
Petenis Ceko Renata Voracova (Foto: Getty Images)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus sengketa visa kembali terjadi, jelang perhelatan turnamen bergengsi Australian Open. Setelah superstar asal Serbia Novak Djokovic, kini giliran petenis papan atas dunia Renata Voracova tersandung kasus serupa.

Polisi Perbatasan Australia (ABF) kini telah menahan Voracova, karena ia tak memenuhi syarat telah divaksin penuh. Sesuai syarat yang ditetapkan pemerintah Negeri Kanguru, terhadap siapa pun yang hendak memasuki wilayahnya.

"Dapat kami informasikan, petenis Ceko Renata Voracova kini berada di tempat detensi yang sama dengan Djokovic di Melbourne, bersama beberapa pemain tenis lainnya," ujar Menteri Luar Negeri Ceko dalam pernyataannya kepada CNN, Jumat (7/1).

"Konsulat Jenderal kami di Sydney telah berupaya menangani situasi ini, dan telah menghubungi Voracova," imbuh pernyataan tersebut.

Koran Australia The Age menyebut mantan semifinalis ganda Wimbledon itu memasuki wilayah Australia, hanya dengan berbekal pengecualian medis berbasis catatan pernah terinfeksi Covid pada enam bulan lalu.

Berita Terkait : Nggak Ada Ampun, Pemerintah Australia Batalkan Visa Novak Djokovic

Voracova yang kini berusia 38 tahun, telah bermain di turnamen pemanasan di Melbourne, setelah kalah di putaran pertama kompetisi Ganda Putri turnamen Melbourne Summer Set.

Tanpa menyebut nama Voracova, ABF mengatakan kepada CNN bahwa penyelidikannya terhadap status visa individu yang terkait dengan turnamen telah selesai.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Ceko mengatakan, Voracova terbukti memiliki status tidak menular, sehingga ia memiliki hak untuk berpartisipasi dalam turnamen. Atas hal tersebut, Kemenlu Ceko meminta penjelasan pihak berwenang Australia.

Voracova dikabarkan mundur dari turnamen Australian Open dan meninggalkan Negeri Kanguru.   

"Kedutaan kami di Australia membantunya menyelesaikan formalitas untuk meninggalkan negara itu. Kami akan memantau, terutama jika ada komplikasi," ujar Kemenlu Ceko.

Berita Terkait : Petrokimia Gresik Makmurkan 21 Ribu Petani Lewat Program Makmur

Terkait hal ini, CNN telah berusaha mengkonfirmasi perwakilan Tenis Australia dan Voracova. Namun, keduanya belum memberikan tanggapan.

Dokumen Bocor

CNN mengungkap fakta dokumen terkait Australian Open yang dilansir surat kabar Australia, Herald Sun. Ada kemungkinan,  Tennis Australia keliru memberi tahu para pemain yang tidak divaksinasi, bahwa mereka dapat memasuki negara itu untuk ambil bagian dalam grand slam pembukaan musim.

Surat kabar Herald Sun pada hari Jumat menerbitkan apa yang tampaknya merupakan surat yang dikirim dari Tennis Australia, penyelenggara turnamen, kepada para pemain pada 7 Desember.

Namun, CNN tidak dapat secara independen memverifikasi keaslian surat bertanggal 7 Desember 2021. Surat itu menyebut, infeksi Covid-19 yang dikonfirmasi dalam enam bulan terakhir bersama dengan surat pendamping dari dokter atau otoritas kesehatan masyarakat, dapat dianggap sebagai dokumentasi yang sah untuk pengecualian medis.

Berita Terkait : Menteri LHK: APHI Dorong Aktualisasi Ekosistem Bisnis Baru Sektor Kehutanan

Pemain diminta mengirimkan aplikasi mereka selambat-lambatnya 10 Desember 2021

Pedoman tersebut tampaknya bertentangan dengan isi surat Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt kepada direktur turnamen Craig Tiley, November lalu, yang menekankan bahwa infeksi Covid-19 dalam enam bulan terakhir tidak memenuhi persyaratan untuk masuk bebas karantina.

Tennis Australia belum berkomentar secara terbuka sejak Rabu (5/1), ketika Tiley membela pengecualian medis yang diberikan kepada Djokovic. [HES]