Dark/Light Mode

Sukarela Membantu Ekonomi Masyarakat

Bripka Eksan Bina Puluhan Petani Desa Limbungan Menanam Porang

Rabu, 10 November 2021 12:42 WIB
Bhabinkamtibmas Polsek Kelumpang Selatan, Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) Bripka Eksan Wahyudi. (Foto: Istimewa)
Bhabinkamtibmas Polsek Kelumpang Selatan, Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) Bripka Eksan Wahyudi. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Korp Bhayangkara patut bangga dengan Bripka Eksan Wahyudi. Aparatur kepolisian Polres Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) tersebut, secara sukarela atas inisiatif sendiri membina warga Desa Limbungan, menanam porang. Berkat keuletannya itu, kesejahteraan petani binaannya meningkat.

Kisah Eksan ini patut menjadi inspirasi aparatur kepolisian lain. Kisah Eksan membina petani bermula dari keresahannya melihat tingginya kasus kriminalitas di wilayahnya bertugas. Eksan merupakan aparatur kepolisian di Polsek Kelumpang Selatan sekaligus Bhabinkamtibmas Desa Sei Kupang Jaya.

Hasil pengamatannya, kriminalitas tinggi tak lepas dari rendah perekonomian warga. Hal itu disebabkan minimnya keterampilan warga rendah. Untuk membantu mengatasi masalah itu, Eksan mencoba mengajak warga menanam porang pada tahun 2019.

Baca juga : Hari Pahlawan, Menag Ajak Masyarakat Jaga Keutuhan Bangsa

“Sejak saya tahu tentang porang. Terbesit di hati saya untuk memajukan ekonomi penduduk lewat pertanian porang. Karena, saya lihat ini komoditas memiliki potensi bagus ke depan,” ungkap Eka saat bercerita kepada Rakyat Merdeka, baru-baru ini.

Sebelum mengajak warga menanam porang, Eka telah mempelajarinya terlebih dahulu. Kesimpulannya, tanaman tersebut bisa dikembangkan, memiliki daya jual tinggi, dan memiliki prospek ke depan. Sebab, porang merupakan bahan makanan sehat. Selain itu, dapat dijadikan banyak produk turunan. Dan, yang tidak kalah penting, porang bisa membantu melindungi tanaman palawija yang selama ini ditanam warga. Menurutnya, tanaman palawija warga seperti singkong, jagung, dan padi, sulit diproduksi dalam skala besar. Di area perkebunan warga terdapat banyak hama, monyet, tikus dan babi menyerang perkebunan warga, mengingat banyak lokasi berdekatan dengan hutan.

“Dengan warga menanam porang, hama dan bintang itu malas datang ke perkebunan. Sebab, mereka tidak menyukai porang,” ungkapnya.

Baca juga : Siaga Bencana, Ganjar Imbau Masyarakat Perhatikan Ilmu Titen Dan Kentongan

Secara perlahan, upaya Eksan terus berkembang. Warga menanam porang semakin banyak. Warga binaannya dari semula 20 petani kini berjumlah 50-an petani dengan luas perkebunan sekitar 10 hektare (ha).

Di luar binaannya, banyak juga warga dan kelompok tani yang juga ikut menanam porang.

Petani (binaannya-red) sudah panen porang satu kali sebanyak 40 ton. Itu belum panen semua. Tak cuma porang, petani sudah menjual bibitnya ke Kutai Timur dan Barat, Kalimatan Timur,” ungkapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.