Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- PMI Manufaktur Juli Kembali Ekspansi, Kadin Minta Tren Positif Dijaga
- Taipei Open 2026, Kalahkan Malaysia, Ganda Garuda Juara
- Kapal Pertamina Patra Niaga Selamatkan 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2
- Jasaraharja Putera Pastikan Perlindungan Bagi Korban KMP Mutiara Sentosa II
- Kasus Bupati Pemalang, KPK Sita Moge hingga Emas dari Penggeledahan
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken membatalkan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Jenewa, Kamis (24/2). Gara-gara Moskow mengakui atas dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina.
Blinken sudah mengirim surat kepada Lavrov untuk memberi tahu tentang pembatalan itu. Seharusnya, Blinken dan Lavrov dijadwalkan bertemu asalkan Rusia tidak menginvasi Ukraina.
Baca juga : BRI Dinobatkan Jadi Bank Paling Bernilai Di Indonesia
Namun Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (21/2) mengakui wilayah Donetsk dan Luhansk di timur Ukraina yang memisahkan diri dari Ukraina.
“Sekarang kita melihat invasi telah dimulai dan Rusia memperjelas penolakannya terhadap diplomasi, tidak masuk akal untuk melanjutkan pertemuan untuk saat ini,” kata Blinken saat konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba di Departemen Luar Negeri, Washington DC, Rabu (23/2)
Baca juga : Ciptakan Ekosistem Sehat, Menkominfo Dorong Kolaborasi Industri Pers
“Amerika Serikat dan saya secara pribadi tetap berkomitmen untuk diplomasi jika Rusia siap melakukan langkah-langkah nyata untuk memberikan kepercayaan komunitas internasional untuk serius mengurangi eskalasi dan menemukan solusi diplomatik.
"Kami akan melanjutkan koordinasi dengan sekutu dan mitra kami berdasarkan tindakan Rusia dan fakta di lapangan," ungkap Blinken.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya