Dark/Light Mode

Di KTT G20, Presiden Jokowi Ajak PM Modi Perluas Interaksi Bisnis RI-India

Sabtu, 29 Juni 2019 17:52 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) saat mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi (kiri) di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di INTEX, Osaka, Jepang, Sabtu (29/6). (Foto: Setkab RI).
Presiden Joko Widodo (kanan) saat mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi (kiri) di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di INTEX, Osaka, Jepang, Sabtu (29/6). (Foto: Setkab RI).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi membahas pokok-pokok kerjasama ekonomi dan maritim. Pertemuan keduanya digelar di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di INTEX, Osaka, Jepang, Sabtu (29/6).

Di awal pertemuan, Presiden Jokowi mengucapkan apresiasinya atas dukungan India terhadap “ASEAN Outlook on Indo-Pacific” yang baru saja diadopsi oleh para pemimpin ASEAN dalam KTT ke-34 ASEAN di Thailand pada 22 Juni 2019 lalu.

Indo-Pasifik merupakan konsep kerja sama negara-negara sepanjang Samudra Hindia dan Pasifik dalam hal peningkatan kerjasama dengan mengedepankan prinsip keterbukaan dan penghormatan terhadap hukum Internasional.

Berita Terkait : Ketemu Putra Mahkota Saudi, Jokowi Ngobrol Soal Energi

“Saya yakin ASEAN dan India dapat meningkatkan kerja sama Indo-Pasifik,” kata Presiden Jokowi. Masih di bidang ekonomi, Presiden Jokowi mengajak kedua negara untuk terus mendorong pencapaian target perdagangan sebesar 50 miliar dollar AS di tahun 2025.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya kedua negara untuk menghilangkan hambatan, baik tarif maupun nontarif. Dalam kaitan ini, Presiden Jokowi secara khusus meminta PM Modi menaruh perhatian terhadap penerapan tarif impor baru terhadap ekspor kelapa sawit Indonesia pada awal Januari 2019.

“Kita perlu mendorong Menteri Perdagangan kita untuk terus lanjutkan pembahasan guna mencapai win-win solution, termasuk proposal trade-off minyak sawit dengan komoditas lainnya,” tegasnya. Selain itu, Presiden Jokowi  menyampaikan harapan kiranya  perundingan RCEP pada tahun ini.

Berita Terkait : Jangan Kaget Ada Menteri Umur 25

Sementara itu, dalam bidang maritim, Presiden Jokowi memandang perlunya untuk memperluas interaksi bisnis dalam kerjasama maritim kedua negara. Hal ini dapat dimulai dari peningkatan interaksi antara pengusaha Aceh dan Andaman-Nicobar.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengajak India untuk berpartisipasi dalam pengembangan infrastruktur konektivitas di Sabang.

Dalam kaitan ini, PM Modi menyambut baik kerjasama perdagangan dan investasi yang sudah mulai berlangsung antara Andaman/Nicobar dengan Aceh. Menurut Modi, kerjasama ini adalah kerjasama praktis yg menguntungkan kedua pihak.

Berita Terkait : Halal Bihalal Bareng Relawan, Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadir

Dalam pertemuan bilateral dengan India itu, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Staf Khusus Presiden Adita Irawan, dan Duta Besar Indonesia untuk Jepang Arifin Tasrif. [SRI]