Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Mereka mendapatkan terapi untuk membantu pemahaman psikologis mereka dan membantu mereka lebih mampu menoleransi dan berinteraksi dengan orang lain dengan aman.
Mereka mungkin juga menerima pelatihan keterampilan untuk memungkinkan mereka mencari nafkah setelah dibebaskan. Kecuali untuk segelintir kasus terkait "individu psikopat yang benar-benar tidak dapat diobati". Sarkar percaya, setiap orang dapat disembuhkan dalam waktu yang berbeda-beda.
"Beberapa mungkin tidak pernah meninggalkan penjara atau rumah sakit," katanya.
Baca juga : Michelin Peringkat Satu Pengelolaan Karet Alam
Salah satu kasus paling berharga dalam kariernya adalah merawat pria skizofrenia di Inggris. Pria itu berlari ke gereja suatu pagi dengan pedang dan melukai jemaah.
Dia sembuh setelah bertahun-tahun perawatan dan menerima pelatihan teknologi informasi di rumah sakit. Sarkar terakhir mendapat kabar, pasien itu menemukan pekerjaan setelah dibebaskan, menikah dan tinggal di komunitas yang baik.
Kasus lain yang menggembirakan adalah seorang Nigeria yang dituduh menyelundupkan narkoba di Singapura. Namanya Ilechukwu Uchechukwu Chukwudi. Ia ditangkap pada 2011 dengan sebuah koper yang ditemukan berisi obat-obatan dan kemudian dihukum pengadilan tertinggi di negara tersebut.
Baca juga : Pesan Satgas: Perhatikan Prokes Ketika Shalat Ied Ya
Dia menghadapi tiang gantungan atau penjara seumur hidup ketika Sarkar memeriksa dia antara 2016 dan 2017. Penilaian Sarkar adalah bahwa Ilechukwu menderita gangguan stres pasca trauma setelah melihat pembantaian suku di Nigeria pada usia lima tahun.
Pengacaranya berjuang agar Pengadilan Banding meninjau kembali vonis tersebut. Dia dibebaskan pada 2020, sembilan tahun setelah penangkapannya. "Temuan Sarkar adalah bukti yang kami butuhkan," kata Johannes Hadi, salah satu pengacara Ilechukwu.
“Saya merasa dia terbiasa dengan beberapa aspek pengalaman manusia yang tidak dimiliki banyak orang di Singapura," imbuhnya.
Baca juga : Chandrika Chika, Dalang Pengeroyokan Anak Eks Wakapolri?
Hadi bertemu Sarkar ketika Sarkar terbang ke Singapura untuk memberikan bukti lebih lanjut ke pengadilan pada 2018. "Saya ingat setelah bertemu dengannya ada kepikiran juga untuk menjadi psikiater," kisah Hadi sambil tertawa.
Bagi Sarkar, dia hanya melakukan bagiannya dalam proses peradilan pidana. “Saya tidak berada di pihak penuntut atau pihak pembela. Saya memberikan bukti karena itulah yang penting. Itu membuat hati nurani saya tetap bersih," pungkasnya. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya