Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dubes Jepang Teken Nota Pinjaman Yen Untuk Pelabuhan Patimban

Sabtu, 30 April 2022 09:05 WIB
Dubes Jepang Kenji Kanasugi (kiri) dan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri  Abdul Kadir Jailani di Pejambon, Jakarta, Kamis, 28 April 2022.
Dubes Jepang Kenji Kanasugi (kiri) dan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri Abdul Kadir Jailani di Pejambon, Jakarta, Kamis, 28 April 2022.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Jepang kembali mencairkan dana pinjaman kepada Indonesia untuk memperlancar perluasan pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kenji Kanasugi menandatangani Pertukaran Nota atau E/N tentang pinjaman yen untuk perluasan pelabuhan baru di Patimban senilai sampai dengan 70,195 miliar yen atau sekitar Rp 7,8 triliun.

Penandatanganan nota pinjaman yen ini dilakukan bersama Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Abdul Kadir Jailani di Pejambon, Jakarta, Kamis (28/4).

Berita Terkait : Langkah Diplomatik Presiden Jokowi Untuk Pertahankan Keutuhan G20 Tuai Pujian

“Diharapkan, proyek ini akan lebih jauh memperkuat hubungan antara Jepang dan Indonesia sebagai mitra strategis. Serta berkontribusi untuk mewujudkan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), yang berbagi banyak prinsip dasar yang sama dengan Free and Open IndoPacific (FOIP),” harap Dubes Kanasugi dikutip keterangan resminya, Kamis (28/4).

Pembangunan Pelabuhan Patimban di Jabar dilakukan untuk menambah daya tampung peti kemas yang bisa diterima Indonesia. Sebelumnya, kapasitas penanganan peti kemas per tahun Pelabuhan Tanjung Priok. Satu-satunya pelabuhan internasional di daerah ibu kota, saat ini hanya menerima 8,63 juta peti kemas per tahun (8,63 juta TEU). Angka ini dinilai tidak akan mencukupi kebutuhan pada 2025, yang diperkirakan mengalami peningkatan mencapai 10,24 juta TEU.

Berita Terkait : Ramadan Jadi Terapi Untuk Hancurkan Virus Kebencian

Ditambah lagi terdapat kekurangan ruang untuk fungsi logistik. Selain itu, jalanan di daerah ibu kota Jakarta memiliki tingkat kemacetan yang kronis, dan sulitnya akses menuju pelabuhan tersebut menjadi penghalang dalam pembangunan bisnis bagi banyak perusahaan. Termasuk perusahaan-perusahaan Jepang yang berbasis manufaktur di bagian timur daerah ibu kota.

Karena itu, adanya diversifikasi logistik kargo di daerah ibu kota sangat diharapkan. “Proyek ini didanai dari pinjaman yang diberikan kepada Pemerintah Indonesia untuk pembangunan pelabuhan baru (terminal peti kemas, terminal kendaraan, dan pelengkapnya) di Patimban,” lanjut pernyataan Kedubes Jepang.
 Selanjutnya