Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Hari Kebebasan Pers Internasional

Menlu AS Tekankan Pentingnya Peran Jurnalis

Rabu, 4 Mei 2022 23:21 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken menggarisbawahi pentingnya pers yang independen dan dinamis demi mendukung demokrasi yang kuat.

Hal ini disampaikannya dalam pengarahan pers perdana di Foreign Press Center secara langsung di Departemen Luar Negeri AS, Selasa (3/5).

Blinken menyebut informasi yang disebarkan insan prrs adalah milik publik dan menjadi landasam penentu dalam pengambilan keputusan banyak orang.

Baca juga : Cegah Potensi Kecelakaan, Kakorlantas Ingatkan Pentingnya Stamina Pengemudi

"Informasi yang diberikan pers dapat membantu masyarakat memahami peristiwa dan juga dapat menjadi kekuatan yang membentuk hidup mereka. Hal ini memungkinkan masyarakat terlibat secara langsung di sektor sosial politik di komunitas hingga negara," ujar Blinken, dikutip dari pernyataan resmi Kedubes Amerika Serikat, Rabu (4/5).

Blinken menyebut, pers yang bebas adalah salah satu alat paling efektif yang dimiliki manusia untuk memajukan hak asasi manusia.

Baik untuk mendokumentasikan kondisi kerja yang tidak adil, layanan publik yang buruk atau gagal, diskriminasi terhadap perempuan, dan kelompok terpinggirkan hingga penyalahgunaan pasukan keamanan.

Baca juga : Waspada Hepatitis Akut Misterius, IDI & IDAI Tekankan Pentingnya Deteksi Dini

"Berita yang akurat menguak kebenaran bagian masyarakat kita yang perlu diperbaiki dan dijelaskan. Hal tersebut merupakan desakan untuk berubah, untuk membentuk persatuan yang lebih sempurna," lanjut Blinken.

Dia menjelaskan, Pemerintah AS mengambil berbagai tindakan untuk melawan penindasan dan memperkuat kebebasan pers. "Saya ingin menyoroti tiga aspek terkait yang kami lakukan saat ini," tegasnya.

Pertama, AS mengambil langkah-langkah mendesak untuk membantu melindungi para jurnalis di wilayah konflik. "Di Ukraina, misalnya, kami membekali jurnalis dengan jaket antipeluru, kotak P3K dan telepon satelit. Kami mendirikan pusat pers di Lviv untuk membantu media lokal dan nasional Ukraina agar tetap dapat beroperasi," terang Blinken.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.