Dark/Light Mode

Jaga Stabilitas Politik

China Makin Kejam Ke Uighur, Dunia Kok Cuma Nonton Doang

Rabu, 18 Mei 2022 08:05 WIB
Kamp konsentrasi warga Muslim Uighur di Xinjiang, China. (Foto Reuters)
Kamp konsentrasi warga Muslim Uighur di Xinjiang, China. (Foto Reuters)

 Sebelumnya 
Itu mencerminkan besarnya kampanye Pemerintah China terhadap Uighur. Disebutkan juga, sekitar satu juta orang dimasukkan ke kamp-kamp khusus.

Data itu seperti menegaskan kesaksian keluarga dan pandangan penggiat hak asasi manusia. Yakni, China mengandalkan sistem pemenjaraan jangka panjang dan menggunakan tekanan agar orang-orang Uighur dapat dikendalikan.

Baca juga : Puan: Partisipasi Politik Perempuan Didorong, Demokrasi Berkembang

Di bawah kecaman internasional, China mengumumkan penutupan kamp-kamp khusus jangka pendek (yang menjebloskan etnis Uighur) tanpa proses hukum) pada 2019.

Namun, meskipun perhatian terfokus pada kamp-kamp tersebut, ribuan warga Uighur masih mendekam selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun di penjara. China membantah hanya menyasar etnis Uighur. Juru bicara pemerintahan Xinjiang Elijan Anayat mengatakan, hukuman dilakukan sesuai dengan aturan hukum.

Baca juga : PKS Gencar Kampanye Koalisi Nasional-Religius

“Kami tidak akan pernah secara khusus menargetkan wilayah tertentu, kelompok etnis, agama, apalagi Uighur,” kata Anayat. 

“Kami tidak akan pernah menyalahkan yang baik, atau melepaskan yang buruk,” tegasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.