Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jaga Stabilitas Politik
China Makin Kejam Ke Uighur, Dunia Kok Cuma Nonton Doang
Rabu, 18 Mei 2022 08:05 WIB
Sebelumnya
Daftar yang diterima AP merupakan data yang diperoleh dari cendekiawan Xinjiang Gene Bunin, sumber anonim yang menggambarkan diri mereka sebagai warga Han (mayoritas China) yang menentang kebijakan Beijing di Xinjiang.
Data itu diteruskan ke AP oleh Abduweli Ayup, ahli bahasa Uighur yang diasingkan di Norwegia. AP melakukan otentifikasi data dengan mewawancarai delapan orang Uighur yang mengenali 194 orang di dalam daftar itu. Di dalamnya terdapat pemberitahuan hukum, rekaman panggilan telepon dengan pejabat China dan pemeriksaan alamat, tanggal lahir, serta nomor identitas.
Baca juga : Puan: Partisipasi Politik Perempuan Didorong, Demokrasi Berkembang
Daftar tersebut tidak termasuk orang-orang dengan tuduhan kriminal biasa, seperti pembunuhan atau pencurian. Daftar itu hanya berfokus pada pelanggaran yang terkait dengan terorisme, ekstremisme agama, atau tuduhan samar yang digunakan terhadap pembangkang politik.
Itu berarti jumlah sebenarnya orang yang dipenjara hampir pasti lebih tinggi dari yang diumumkan. Ahli sistem penahanan massal Xinjiang, Darren Byler mengatakan, sebagian besar penangkapan sewenang-wenang gara-gara mereka memiliki kerabat di luar negeri atau mengunduh aplikasi ponsel tertentu. “Ini benar-benar luar biasa,” kata Byler.
Baca juga : PKS Gencar Kampanye Koalisi Nasional-Religius
“Tidak ada wilayah lain yang kami lihat seluruh populasinya digambarkan sebagai teroris atau dilihat sebagai teroris. Negara sedang mencoba untuk membingkai ulang narasi dan berkata, ‘Anda tahu, semua orang ini sebenarnya adalah penjahat,” katanya dikutip AP.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya