Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dubes Jepang Serahkan Penghargaan Untuk Yenny Wahid

Sabtu, 18 Juni 2022 06:55 WIB
Dubes Kenji Kanasugi (kanan) menyerahkan sertifikat penghargaan dari Kementerian Luar Negeri Jepang kepada Yenny Wahid.(Foto RM/Paul Yoanda)
Dubes Kenji Kanasugi (kanan) menyerahkan sertifikat penghargaan dari Kementerian Luar Negeri Jepang kepada Yenny Wahid.(Foto RM/Paul Yoanda)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jepang menyerahkan penghargaan kepada Direktur Wahid Foundation Yenny Zannuba Wahid.

Program Desa Damai, yang digagas lembaga yang dipimpin Yenny, dianggap jadi cara untuk makin memperkenalkan Jepang pada Muslim yang toleran dan moderat.

Penyerahaan penghargaan untuk putri Presiden ke 4 RI Gus Dur itu, seharusnya dilakukan pada 2021. Namun, karena berbagai kebijakan pembatasan masyarakat, penghargaan itu baru diserahkan Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Kenji Kanasugi, Kamis (16/6) malam, di kediaman Dubes Jepang di kawasan Jakarta Selatan.

Malam itu, Yenny datang bersama sejumlah anggota keluarga dan kerabat. Termasuk ibundanya, mantan Ibu Negara, Sinta Nuriyah, suami, dan anaknya.

Berita Terkait : BNPP Berkomitmen Tingkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri

Sertifikat penghargaan, yang dibungkus rapi dengan bingkai, diterima langsung oleh Yenny, di atas panggung yang berada di ruang tengah.

Sebelumnya, Dubes Kanasugi menjelaskan sejumlah pencapaian Yenny. Menurut diplomat yang pernah bertugas di Amerika Serikat dan Korea Selatan itu, telah Yenny berkomitmen untuk mempromosikan masyarakat yang demokratis, pluralistik, toleran, dan moderat.

Yenny juga dianggap telah menyebarluaskan informasi tentang komunitas Muslim Indonesia. Pendiri Partai Kedaulatan Bangsa itu juga berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan di Jepang, melalui beberapa kunjungannya ke negara tersebut.

“Kedubes kami jadi memiliki pemahaman yang mendalam tentang komunitas Muslim yang to- leran dan moderat di Indonesia,” terang Dubes yang berkarier sekitar 39 tahun di Kemlu Jepang.

Berita Terkait : Dubes Fadjroel Rachman Serahkan Surat Kepercayaan Kepada Presiden Republik Tajikistan

Soal Desa Damai, Kanasugi menganggap, Yenny berkontribusi pada kelancaran dan keberhasilan program anti ekstremisme dan kekerasan. Program itu hasil kerja sama dengan lembaga Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk urusan Perempuan, UN Women, dan dibiayai Pemerintah Jepang.

Dia menambahkan, memelihara masyarakat modern adalah salah satu tujuan terpenting. Tidak hanya untuk Indonesia. Tapi untuk negara manapun. Termasuk Jepang.

“Penghargaan ini adalah untuk prestasi di masa lalu. Tapi kami tetap yakin Ibu Yenny akan ber- peran di masa depan,” ucap diplomat yang hobi kulineran itu.

Sementara Yenny menyebut, penghargaan ini merupakan dukungan yang sangat kuat dari Pemerintah Jepang untuk menjadikan masyarakat lebih damai, toleran, makmur dan sejahtera. Saat ini, ada 30 desa di Jawa dan Kalimantan yang sudah be- kerja sama dengan yayasannya.

Berita Terkait : Jaga Keselamatan Kerja, PT Bukit Asam Raih Penghargaan Dari Menaker

“Mereka sudah mendeklarasikan diri sebagai desa damai. Lewat program tersebut, kami mencoba menguatkan desa- desa di seluruh Indonesia,” kata perempuan bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid itu.

Yenny memaparkan, program Desa Damai punya tiga pilar besar. Penguatan ekonomi, pelatihan tentang toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman, serta penguatan perempuan.

Pihaknya juga ingin memastikan bahwa masyarakat tidak mudah diprovokasi. Terutama oleh mereka yang berupaya melakukan radikalisasi di tengah masyarakat. Yang tentunya bisa dijawab dengan kearifan lokal, yang merupakan kekuatan dari masyarakat itu sendiri.

“Pada dasarnya, kami hanya mendampingi. Jadi penghargaan ini, kami persembahkan untuk semua yang terlibat dalam Program Desa Damai,” ujar Yenny. ■