Dewan Pers

Dark/Light Mode

PM Inggris: Perang Ukraina Tak Mungkin Terjadi, Kalau Putin Perempuan

Rabu, 29 Juni 2022 22:22 WIB
PM Inggris Boris Johnson (Foto: Instagram)
PM Inggris Boris Johnson (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tanpa tedeng aling-aling, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, perang Ukraina tak mungkin tercetus, bila Presiden Rusia Vladimir Putin adalah seorang perempuan.

"Jika Putin adalah seorang wanita, saya tak yakin, dia akan melakukan serangan dan kekerasan yang gila dan macho, seperti yang dilakukannya saat ini," kata Johnson kepada Stasiun TV Jerman ZDF, Selasa (28/6) malam.

"Invasi Putin ke Ukraina adalah contoh sempurna dari toxic masculinity," tegasnya. 

Berita Terkait : Jokowi Minta Perang Ukraina Segera Dihentikan, Jangan Lagi Ada Kota Yang Hancur

Johnson lantas menyerukan pentingnya pendidikan yang lebih baik bagi anak perempuan di seluruh dunia. Serta mendorong lebih banyak wanita dalam posisi kekuasaan.

Pernyataan Johnson ini kemudian ditanggapi oleh Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov. 

Kepada Kantor Berita Rusia, RIA Novosti, Peskov mengatakan, psikoanalis Sigmund Freud pasti akan senang memiliki subjek seperti itu dalam hidupnya.

Berita Terkait : BNI Dan DJP Sinergi Tingkatkan Layanan Perpajakan

"Itu penting untuk penelitiannya," ucap Peskov.

Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova, menuding Johnson menyembunyikan suatu bentuk sweaty fantasies.

"Apa yang telah dilakukan 7 orang bersama-sama?" tulis Zakharova via Telegram, merujuk pada pertemuan para pemimpin G7 di Jerman.

Berita Terkait : DPR: Indonesia Mulai Aktif Wujudkan Perdamaian Dunia

Dalam sesi wawancara dengan ZDF, Johnson menuturkan, semua orang menginginkan perang segera berakhir. Namun saat ini, kedua pihak belum mencapai kesepakatan apa pun. Dari Putin, tak ada tawaran perdamaian.

"Sekutu Barat harus mendukung Ukraina, untuk memungkinkannya berada di posisi strategis terbaik, jika negosiasi damai dengan Moskow terjadi," ucap Johnson. ■