Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jemaah Haji Indonesia Tiba Di Arafah, Disuguhi Fasilitas Oke

Kamis, 7 Juli 2022 14:46 WIB
Para jemaah haji asal Indonesia saat tiba di Padang Arafah. (Foto: Istimewa)
Para jemaah haji asal Indonesia saat tiba di Padang Arafah. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jemaah haji Indonesia mulai berdatangan ke Padang Arafah, Kamis (7/2). Bus rombongan pertama yang ditumpangi jemaah dari kloter 6 embarkasi Lombok dan Jakarta-Pondok Gede tiba di Arafah sekitar pukul 08.00 waktu Arab Saudi.

Berdasarkan laporan Tim Media Center Haji (MCH) yang dimuat di kemenag.go.id, para jemaah tersebut langsung memasuki tenda yang sudah disediakan yang berada di Maktab 1. Para jemaah terlihat sumringah saat memasuki tenda dan mulai menempati kasur yang sudah tersusun rapi.

Berita Terkait : Banteng Sabar Tunggu Titah Mega

Para jemaah selanjutnya duduk di atas kasur masing-masing sambil melantunkan talbiyah. "Labbaik... Allahumma Labbaik. Labbaika laa syariika laka labbaik..."

Zaenal Muttaqien, salah satu jemaah yang ditemui Tim MCH Satgas Arafah, di tenda, berkali-kali mengucapkan syukur. "Alhamdulillah. Semua fasilitas sesuai harapan kami. Tidak ada kekurangan. Alhamdulillah. Ini kenikmatan dari Allah," katanya, sambil selonjoran di kasurnya.

Berita Terkait : KPK Masih Tekor

Saat ini, seluruh fasilitas sudah siap digunakan jemaah haji Indonesia. Rata-rata satu tenda terpasang 6 pendingin ruangan (AC) dengan suplai listrik dari PLN Saudi.

Selain karpet, jemaah juga dibikin nyaman dengan adanya kasur dan bantal di dalam tenda. Dengan kasur, jemaah diharapkan bisa beristirahat dengan baik. Tenda-tenda juga telah ditandai nama kloter dan asal jemaah.

Berita Terkait : Ganda Putri Indonesia Siap Tempur Di Malaysia Open 2022

Untuk satu maktab, terdapat 8-9 tenda. Di tenda berukuran 10x25 meter persegi, akan diisi lebih kurang 234 jemaah. Di tiap maktab juga dilengkapi sejumlah kamar kecil terpisah untuk laki-laki dan perempuan.

Untuk jumlah toilet juga sudah ditambah. Jika sebelumnya jumlah toilet per maktab hanya 21, sekarang menjadi 38. Ada juga tambahan toilet portable sehingga diharapkan dapat mengurangi antrean, khususnya di toilet perempuan.■