Dewan Pers

Dark/Light Mode

Peringati 95 Tahun PLA, Beijing Pamer Senjata

Xi Jinping Warning Amrik Jangan Obok-obok China

Selasa, 2 Agustus 2022 08:05 WIB
Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi. (Getty Images/Win McName)
Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi. (Getty Images/Win McName)

RM.id  Rakyat Merdeka - China memperingati 95 tahun berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat (PLA/ People’s Liberation Army (PLA), kemarin. Dalam momen tersebut, Beijing memamerkan sistem persenjataan, sekaligus sebagai peringatan terhadap Taiwan dan para pendukung kemerdekaan pulau itu.

Stasiun televisi resmi China, CCTV, menayangkan rudal hipersonik DF-17 di atas truk yang melintasi jalan raya di wilayah gurun barat laut China. Sementara tanker udara YU-20 juga terbang mendekati Pulau Taiwan, yang hanya dipisahkan selat di sebelah tenggara daratan China.

Pesawat itu tampaknya sedang melakukan pengisian bahan bakar bagi dua pesawat tempur J-16 di udara. Ada juga helikopter Z-20 yang turut berlatih di Selat Taiwan bersama kapal serang amfibi tipe 075.

Otoritas pertahanan Taiwan mencatat, 27 pesawat militer China, termasuk YU-20, memasuki wilayah udaranya sejak 28 November 2021.

Selain untuk memperingati 95 tahun berdirinya PLA, pengerahan kekuatan militer China tersebut juga untuk memperingatkan Amerika Serikat (AS) tentang kunjungan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi ke Asia awal bulan ini.

Menteri Pertahanan Nasional China Jenderal Wei Fenghe mengatakan, pihaknya akan segera merealisasikan program modernisasi militer agar PLA menjadi militer berkelas dunia.

Berita Terkait : Peringatan HPN, FPKB : Media Jangan Terjebak Pada Clickbait

“Sejak dibentuk oleh Partai Komunis China, PLA telah mendedikasikan dirinya untuk kemerdekaan bangsa dan ke￾makmuran negara,” kata Wei, yang juga menjabat anggota Dewan Negara.

Selama lebih dari 95 tahun, kata dia, PLA telah memberikan dukungan yang kuat atas kedaulatan dan melindungi kepentingan China, serta berkontribusi pada stabilitas keamanan dan perdamaian dunia.

“Ke depan, PLA akan memperkuat diri melalui reformasi dan modernisasi, demi mewujudkan militer berkelas du￾nia, sehingga bisa memenuhi tuntutan negara ini di dunia global,” ujarnya.

Pernyataan Wei itu sesuai dengan arahan Presiden Xi Jinping, yang juga mengetuai Komisi Militer, bahwa modernisasi persenjataan PLA akan berlangsung hingga 2035.

Sebagai informasi, Pelosi telah memulai kunjungan ke Asia. Dia tiba di Singapura kemarin.

Dilansir CNN, perjalanan ini tidak menyinggung Taiwan di tengah spekulasi kuat bahwa dia mungkin mengunjungi pulau tersebut.

Berita Terkait : Warga Diam Di Rumah, Yangon Bagai Kota Mati

“Nancy Pelosi memimpin delegasi Kongres ke kawasan Indo-Pasifik,termasuk kunju­ngan ke Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang,” kata kantor Pelosi dalam sebuah pernyataan.

“Perjalanan itu akan fokus pada keamanan bersama, kemitraan ekonomi, dan pemerintahan demokratis di kawasan Indo-Pasifik,” sambung kantor Pelosi.

Namun China memandang kunjungan pejabat AS ke Taiwan sebagai sinyal yang menggembirakan bagi kelompok pro kemerdekaan di pulau itu. 

Washington tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taipei, tetapi terikat oleh hukum untuk menyediakan pulau itu sebagai sarana untuk mempertahankan diri.

Kunjungan Pelosi makin memperkuat dukungan AS yang dramatis untuk Taiwan. Newt Gingrich adalah Ketua DPR AS (Partai Republik) terakhir yang mengunjungi Taiwan pada 1997.

Juru Bicara Angkatan Udara China, Shen Jinke mengatakan kepada jurnalis, Minggu (31/7), negaranya akan menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial. Angkatan Udara China menegaskan memiliki banyak jenis jet tempur yang mampu mengitari Taiwan.

Berita Terkait : Jelang Akhir Tahun, Tito Minta Daerah Genjot Target Vaksinasi

“Angkatan Udara China memiliki kemauan yang kuat, kepercayaan penuh dan kemampuan yang cukup untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas terito￾rial,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Xi Jinping memperingatkan Presiden AS Joe Biden pada pekan lalu, bahwa AS harus mematuhi prinsip satu-China.

“Mereka yang bermain api akan binasa karenanya,” warning Xi.

Militer China mengadakan latihan menembak langsung di perairan provinsi Fujian, lebih dari 100 kilometer dari Taiwan Sabtu (30/7). ■