Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sudah Adem, Pelosi Malah Nyinyirin Xi Jinping

Kamis, 11 Agustus 2022 07:05 WIB
Ketua DPR AS Nancy Pelosi kunjungi Taiwan di tengah protes China. (Foto WallStreetPost)
Ketua DPR AS Nancy Pelosi kunjungi Taiwan di tengah protes China. (Foto WallStreetPost)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketegangan akibat kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR AS), Nancy Pelosi ke Taiwan pekan lalu, mulai reda. Namun, orang nomor tiga di Negeri Paman Sam itu malah manas-manasin Beijing lagi.

Dalam wawancara eksklusif di Acara ‘Morning Joe’, yang dikutip Bloomberg, Rabu (10/8), Pelosi mengejek Presiden China Xi Jinping bertingkah seperti tukang bully yang payah. Pelosi menyebut Xi uring-uringan, karena gagal membatalkan kunjungan dadakannya ke Taiwan, 3 Agustus lalu.

“Dia seperti tukang bully yang ketakutan dan payah,” sindir Pelosi. Dia menambahkan, tidak ada yang bisa menghalangi rencana kunjungannya ke suatu wilayah. Bahkan China tidak dapat mengontrol jadwal anggota Kongres AS.

Berita Terkait : Setelah Pelosi Pergi, Militer China Kepung Taiwan

“Saya tidak harus mengubah jadwal kunjungan hanya karena Xi Jinping merasa terancam. Dia sedang rapuh,” cemooh politisi Demokrat tersebut.

Pelosi juga mengatakan, perjalanannya dimaksudkan untuk memperkuat fokus Presiden AS Joe Biden di kawasan itu. Namun, Gedung Putih telah berulang kali mengatakan, keputusan tersebut ada di tangan Ketua DPR.

Sementara China meyakini, kunjungan Pelosi ke Taiwan merupakan bagian dari taktik Washington bikin rusuh. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam sebuah pernyataan saat kunjungannya ke Bangladesh.

Berita Terkait : Industri Vape Berkembang, Regulasi Masih Menantang

“Ada tanda-tanda Amerika Serikat sedang mencoba mengulangi trik lamanya,” kata Wang, dikutip Russian Today, Selasa (9/8).

 

Washington, kata Wang, punya kebiasaan menciptakan masalah terlebih dahulu, dan kemudian menggunakannya untuk mewujudkan rencana strategisnya di tempat lain. Dia curiga, kunjungan Pelosi sengaja untuk mendekati pasukan yang dianggap China sebagai separatis yang mendukung kemerdekaan Taiwan.

Kunjungan Pelosi dikecam keras China. Negeri Panda pun langsung melakukan latihan militer besar-besaran untuk menunjukkan kemampuannya mengepung Taiwan. ■