Dewan Pers

Dark/Light Mode

Setelah Pelosi Pergi, Militer China Kepung Taiwan

Jumat, 5 Agustus 2022 08:05 WIB
Aparat berjaga di Bandara Internasional Taoyuan Taiwan. Bandara mengumumkan pembatalan 51 penerbangan internasional pada Kamis (4/8/2022) merespons dimulainya latihan militer China. (FotoTaipei Times/Chu Pei-hsiung)
Aparat berjaga di Bandara Internasional Taoyuan Taiwan. Bandara mengumumkan pembatalan 51 penerbangan internasional pada Kamis (4/8/2022) merespons dimulainya latihan militer China. (FotoTaipei Times/Chu Pei-hsiung)

RM.id  Rakyat Merdeka - Usai kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi, militer China mengepung Taiwan. Sejumlah pejabat tinggi dunia berharap, kunjungan Pelosi tidak menciptakan konflik baru yang merugikan banyak orang.

Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly angkat suara soal kunjungan singkat Pelosi. Dia mendesak China menurunkan ketegangan.

“Kami pikir legislator memang melakukan kunjungan ke seluruh dunia dan jelas kunjungan itu tidak bisa digunakan sebagai pembenaran atau alasan untuk meningkatkan ketegangan,” ujar Joly, dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock di Montreal, Kanada, dikutip Associated Press, kemarin.

“Kami mendesak semua pihak menurunkan ketegangan karena merusak stabilitas kawasan,” sambungnya.

Dari Kamboja, di sela pertemuan para Menlu ASEAN plus, Menlu Retno Marsudi mendesak agar semua pihak menahan diri, tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat memperburuk situasi.

“Saat ini, dunia memerlukan kearifan dan tanggung jawab agar perdamaian dan stabilitas terjaga,” ujar Retno, dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, kemarin.

 

Berita Terkait : Cuekin Peringatan China, Pelosi Nekat Ke Taiwan

Dia menegaskan, Indonesia sangat khawatir dengan meningkatnya rivalitas di antara kekuatan besar dunia. Menurut Retno, China harus berkontribusi dalam menciptakan perdamaian di kawasan bersama ASEAN. Untuk itu, Beijing diharapkan bisa kembali tenang dan tidak mudah tersulut emosi.

“Kemitraan ASEAN-China harus dapat berkontribusi menangani tantangan dunia saat ini, dengan tujuan utama yang tetap sama. Yaitu berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas dan kemakmuran untuk kawasan dan untuk rakyat kita,” sambung mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu.

Retno juga menegaskan, Indonesia menghormati prinsip ‘One China Policy’, sebagaimana disampaikan negara anggota ASEAN lainnya.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borell yang sedang berada di Kamboja juga angkat suara. Dia meminta China tidak menjadikan alasan kedatangan Pelosi dalam melakukan agresi militer.

“Ini hanya kunjungan anggota dewan biasa,” ujar Borell.

Sebelumnya, China melarang keras kunjungan Pelosi ke Taiwan. Tak digubris, Beijing pun mengepung negara yang dipimpin Presiden Tsai Ing Wen itu dengan dalih latihan militer.

Berita Terkait : Orang Miskin Tepuk Tangan

“Tindakan ini merupakan pencegah serius terhadap eskalasi besar baru-baru ini dari tin￾dakan negatif Amerika Serikat soal isu Taiwan, dan peringatan serius bagi pasukan kemerde￾kaan Taiwan yang mencari kemerdekaan,’” kata Juru Bicara Komando Militer China, Kolonel Shi Yi.

 

Kementerian Pertahanan China mengatakan, militernya dalam kondisi siaga tinggi dan akan meluncurkan serangkaian operasi militer di sekeliling Taiwan. Latihan ini dalam rangka meningkatkan kemampuan tempur dalam mempertahankan kedaulatan nasional dan integri￾tas teritorial.

“Juga dengan tegas menggagalkan campur tangan kekuatan eksternal dan skema pemisahan kemerdekaan Taiwan,” tulis kementerian tersebut.

Media Pemerintah China juga mengunggah di Twitter sebuah peta yang menunjukkan enam daerah di sekitar Taiwan yang akan menjadi lokasi latihan militer tentara Negeri Tirai Bambu tersebut. Yaitu berlokasi di sekeliling lepas pantai Taiwan, termasuk daerah barat laut, utara, timur laut, timur, tenggara, dan barat daya Taiwan.

Pelosi dan delegasi tiba di Bandara Taipei pada Selasa (2/8) malam. Ia bertemu Presiden Taiwan Tsai Ing Wen dan Ketua DPR Taiwan, You Si-kun, pada Rabu (3/8). Tabloid China, Global Times merilis pengumuman bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) akan mengadakan latihan penting, termasuk latihan tembakan langsung di sekitar Taiwan mulai kemarin hingga Minggu (7/8).

China akan melarang setiap kapal dan pesawat masuk area latihan tersebut selama waktu yang ditentukan, untuk alasan keamanan selama simulasi perang berlangsung. Media lokal menuturkan, lokasi latihan militer China kali ini tampak lebih mendekati teritorial Taiwan jika dibandingkan dengan latihan perang saat Krisis Selat Taiwan Ketiga 1995-1996.

Berita Terkait : SAGA Hadiri Deklarasi Pecinta Silat Dukung Ganjar

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Taiwan menganggap China berusaha mengancam pelabuhan dan kota-kota utama di negaranya. Namun, Kemhan Taiwan menegaskan, pihaknya tidak gentar dengan intimidasi militer Beijing.

“Latihan ini ditujukan untuk mengintimidasi warga Taiwan secara psikologis,” ucap Kemhan Taiwan.

Pelosi meninggalkan Taiwan, pada Rabu (3/8) setelah kunjungan kurang dari 24 jam, dan mengabaikan serangkaian ancaman dari Beijing. Dia merupakan orang kedua tertinggi di AS dan yang pertama yang mengunjungi Taiwan dalam 25 tahun terakhir. ■