Dewan Pers

Dark/Light Mode

Di HUT Kemerdekaan

Dubes RI Untuk Australia Terima Pengembalian 333 Keramik Antik

Kamis, 18 Agustus 2022 07:00 WIB
Menteri Seni Budaya Australia Anthony Burke (kiri) dan Dubes RI Untuk Australia Siswo Pramono usai serah terima 333 keramik dari Kapal Tek Sing yang tenggelam di Perairan Bangka Belitung pada 1822, di KBRI Canberra, Rabu, 17 Agustus 2022. Dalam serah terima itu, Menteri Burke menyerahkan secara simbolis enam keramik.(Foto RM/KBRI Canberra)
Menteri Seni Budaya Australia Anthony Burke (kiri) dan Dubes RI Untuk Australia Siswo Pramono usai serah terima 333 keramik dari Kapal Tek Sing yang tenggelam di Perairan Bangka Belitung pada 1822, di KBRI Canberra, Rabu, 17 Agustus 2022. Dalam serah terima itu, Menteri Burke menyerahkan secara simbolis enam keramik.(Foto RM/KBRI Canberra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kerja sama Indonesia dan Australia kembali berdampak nyata dalam hal dikembalikannya 333 keramik dari Kapal Tek Sing yang tenggelam di Perairan Bangka Belitung pada 1822.

Menteri Seni Budaya Australia Anthony Burke, secara simbolis menyerahkan 6 buah keramik kepada Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) Siswo Pramono.

Berita Terkait : Yayasan Karya Bhakti RIA Gelar Upacara Bareng Lansia

Acara itu juga dihadiri pejabat dari Kementerian Luar Negeri Australia, Kementerian Seni Budaya dan juga Polisi Federal Australia, di Balai Kartini, KBRI Canberra, kemarin.

“Benda budaya bersejarah dari Kapal Tek Sing ini akan memperkaya koleksi Indonesia dan menjadi salah satu bagian dalam mengembalikan sejumlah warisan budaya nusantara, yang telah dibawa ilegal ke luar Indonesia,” kata Dubes Siswo dalam keterangannya, kemarin.

Berita Terkait : Perindo Gandeng UMKM Gelar Perlombaan Se-Indonesia

Burke menyampaikan, penyerahan kali ini menjadi bukti kerja sama kedua negara yang sangat erat antara para stakeholder. Khususnya dari Kementerian Seni Budaya Australia, Kepolisian Federal Australia, Kementerian Luar Negeri Australia, dengan mitranya dari Kementerian Seni Budaya, Riset dan Tekhnologi Indonesia serta KBRI Canberra.

Acting Komisaris AFP juga menyampaikan akan bekerja erat dengan seluruh mitra asing untuk mengidentifikasi dan menghentikan benda bersejarah diperdagangkan secara ilegal. Upaya yang dimulai sejak Agustus 2020, berawal dari Kepolisian Australia di Perth yang menemukan penjualan keramik ilegal asal Indonesia secara online.
 Selanjutnya