Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Nilai Taliban Belum Berubah
Indonesia Belum Mengakui Pemerintahan Afghanistan
Sabtu, 27 Agustus 2022 07:30 WIB
Sebelumnya
“Dengan tidak terpenuhinya tiga parameter itu, status pemerintahan Taliban di Afghanistan di mata Indonesia masih sama,” tegasnya.
Saat ini, sambungnya, fokus Pemerintah hanya memberikan bantuan kemanusiaan dan memberikan update terbaru. Kemlu juga memberikan masukan kepada Pemerintah Pusat terkait berbagai perkembangan yang perlu dicermati.
Sejauh ini, banyak hak masyarakat yang dinilai tidak dipenuhi selama satu tahun kekuasaan Taliban, terutama pada wanita. Banyak wanita takut pada Pemerintahan yang baru akan berdampak terhadap kehidupan mereka. Banyak dari ketakutan itu kini menjadi kenyataan.
Serangkaian keputusan dan panduan resmi dibuat sebagai bentuk pembatasan ketat secara formal. Meskipun cara penerapan dan penegakannya tidak merata di satu daerah dan di tempat lainnya. Salah satu kebebasan yang direnggut yakni, kewajiban pembawa acara wanita di televisi untuk siaran dengan wajah tertutup.
Presenter stasiun TV Tolo, Yalda Ali, bahkan mengunggah video di media sosial, sehari setelah pengumuman itu. Dia bilang, semua rekan laki-lakinya juga mengenakan penutup wajah saat siaran, sebagai bentuk protes atas instruksi Taliban.
“Secara tidak langsung mereka menekan kami agar kami berhenti tampil di TV,” kata seorang jurnalis yang bekerja di Kabul, dikutip dari BBC.
Baca juga : Menang Lawan PSIS, Baju Ijo Pede Lawan PS Sleman
Selain itu, warga Afghanistan mengalami kondisi kemiskinan secara merata. Kelompok yang terdiri dari 32 pihak Afghanistan dan organisasi non pemerintah internasional (LSM) menyatakan, 95 persen populasi Afghanistan tidak memiliki cukup makanan untuk dimakan. Terlebih lagi wanita dan anak perempuan Afghanistan, yang menderita. Kelompok itu mewakili sebagian LSM yang beroperasi di Afghanistan.
LSM di lapangan melaporkan, bahwa setiap keluarga dipaksa membuat pilihan yang mustahil untuk bertahan hidup.
“Dalam 12 bulan terakhir, jutaan warga Afghanistan telah mengalami gelombang kesulitan baru, kelaparan yang meluas, pengangguran, dan kemiskinan yang hampir rata,” pernyataan kelompok tersebut. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya