Dark/Light Mode

Pemilu Jepang

Deklarasi Kemenangan, Abe Mau Catat Rekor PM Terlama

Senin, 22 Juli 2019 04:30 WIB
Perdana Menteri Shinzo Abe meletakkan bunga kertas dekat nama kandidat pemenang Pemilu Majelis Tinggi. (Foto AFP)
Perdana Menteri Shinzo Abe meletakkan bunga kertas dekat nama kandidat pemenang Pemilu Majelis Tinggi. (Foto AFP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Shinzo Abe menyatakan kemenangan dalam pemilihan nasional Jepang pada Minggu (21/7), Sebuah kemenangan yang akan memastikan tempatnya dalam sejarah sebagai perdana menteri terlama di negara itu. Hasil resmi paling lambat Senin (22/7), tetapi penyiar publik NHK mengatakan, untuk sementara koalisi pemerintahan Abe telah memenangkan mayoritas kursi di Majelis Tinggi Parlemen,tapi tidak cukup untuk mengamandemen konstitusi 1947.

"Kami telah berhasil mendapatkan mayoritas," kata Abe saat hasilnya ditabulasi pada Minggu malam (21/7) waktu setempat. "Dan saya percaya bahwa para pemilih menginginkan fondasi yang stabil dalam politik." 

Baca juga : Polisi Buru Dalang Penyerangan Berujung Maut di Bekasi

Hasil itu sangat menggembirakan jika dibandingkan 2006. Saat itu, ia lengser setelah satu tahun menjadi perdana menteri, menyusul kekalahan memalukan partainya dalam pemilihan parlemen. Sekarang, Abe, yang kembali berkuasa sejak 2012, hanya butuh waktu empat bulan lagi untuk memecahkan rekor sebagai PM terlama.Jika tidak ada masalah, Abe akan berkuasa hingga 2024. Dia akan menulis ulang rekor sebagai perdana menteri terlama di Jepang pada November.

Perhitungan sementara menunjukkan LDP dan mitra koalisinya Komeito telah memenangkan 69 dari 124 kursi. Pihak oposisi meraih 50 kursi. Ada 245 kursi di Majelis Tinggi, yang anggota parlemennya menjabat selama enam tahun. Pemungutan suara diadakan setiap tiga tahun untuk memilih setengah kamar. Majelis Tinggi tidak dapat dibubarkan untuk pemilihan cepat.

Baca juga : Please, Kesepakatan Blok Masela Jangan Molor Terus

Dengan jumlah kursi yang terbatas, Abe optimistis partai-partai pemerintah akan mendapatkan kursi yang diperlukan untuk memulai amandemen konstitusi. "Ini bukan tentang apakah kita memperoleh mayoritas dua pertiga," kata Abe. "Ini adalah apakah kita dapat memiliki blok penguasa yang stabil atau tidak." [MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.