Dewan Pers

Dark/Light Mode

Di Perayaan Hari Republik

Dubes China Puji Kunjungan Presiden Jokowi Ke Beijing

Kamis, 29 September 2022 10:45 WIB
Dubes China Lu Kang saat merayakan Hari Nasional yang ke 73, Rabu (28/9). (Foto: Istimewa)
Dubes China Lu Kang saat merayakan Hari Nasional yang ke 73, Rabu (28/9). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tanggal 1 Oktober diperingati China sebagai Hari Nasional berdirinya Republik Rakyat China. Rabu (28/9), Kedutaan Besar (Kedubes) China di Indonesia, merayakan Hari Nasional yang ke 73. Tahun ini, perayaan digelar secara online.

Sekitar 400-an undangan hadir dalam perayaan itu. Mulai diplomat, hingga pejabat Tanah Air. Perayaan dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara. Diawali dengan lagu "Indonesia Raya", diikuti lagu "March of the Volunteers".

Selanjutnya, dalam tayangan video berdurasi sekitar 5 menit, diceritakan berbagai pencapaian China sejak pertama kali resmi berdiri sebagai republik.

Disebutkan, target 100 tahun pertama membangun masyarakat secara menyeluruh telah tercapai. Terlihat dengan kemajuan dalam kualitas kehidupan masyarakat di berbagai bidang.

Dari pendidikan, hingga teknologi kedirgantaraan. Dubes China Lu Kang mengatakan, selama 73 tahun, negaranya menghadapi berbagai tantangan. Namun, katanya, pihaknya tetap berkomitmen pada pembangunan. Itu telah membawa masyarakat yang makmur dalam segala hal.

Berita Terkait : Ketemu Di PBB, Retno Dan Lavrov Bahas Lanjutan Pertemuan Jokowi-Putin

"Kami telah mengangkat semua orang China keluar dari kemiskinan absolut," ujar Lu.

Dalam 10 tahun terakhir, langkah lebih lanjut untuk kemajuan ekonomi telah dibuat. Saat ini, pihaknya juga telah mengikuti visi baru pembangunan kota yang terkoordinasi dan inovatif bagi semua.

Dalam hubungan luar negeri, sambungnya, China telah menampilkan hubungan yang saling menghormati, berkeadilan, dan kerja sama yang saling menguntungkan. Pihaknya juga menjunjung tinggi tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

China, kata dia, merupakan pendukung dan telah mempraktikkan multilateralisme sejati. Pihaknya juga membantu membangun ekonomi dunia yang terbuka. "Kami memenuhi komitmen untuk komunitas global," ujarnya.

Secara khusus untuk Indonesia, kata dia, hubungan kedua negara semakin berkembang. Itu dibuktikan pada Juli lalu. Saat itu, atas undangan Presiden China Xi Jinping, Presiden Jokowi jadi kepala negara asing pertama yang berkunjung ke ke China usai pelaksanaan Olimpiade musim dingin Beijing 2022.

Berita Terkait : Wapres: Kembalikan Kepercayaan Publik Ke Polri Dengan Profesionalisme

"Bersama-sama kita akan menjadi penentu kemajuan yang saling menguntungkan, dalam kerangka kerja Selatan-Selatan di antara negara-negara berkembang," ucapnya.

China, lanjutnya, juga mendukung Presidensi Indonesia di Group of Twenty (G20). Dia yakin, Indonesia akan mencapai puncak kesuksesan. Menurutnya, Indonesia mendukung pembangunan global dan menghargai inisiatif unguk keamanan.

"China menghargai hal itu dan siap berpartisipasi dalam ajang itu," katanya.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memuji China yang telah berkembang pesat selama 73 tahun terakhir. Dan saat ini, China juga telah menunjukkan apa arti sesungguhnya dari sebuah ketangguhan.

"Bahkan ketika pandemi Covid, ekonomi China meningkat 2,3 persen dari tahun sebelumnya," ucap Luhut.

Berita Terkait : Paguyuban Pedagang Pasar Kabupaten Gresik Deklarasi Dukung Airlangga Presiden

Dia juga memuji langkah China dalam respon terhadap Covid-19 di wilayah Asia Tenggara. Lebih lanjut, China juga bekerja sama dalam proyek penelitian genom untuk Covid-19.

"Itu merupakan komitmen untuk mendukung kerja sama dalam hal kesehatan masyarakat," ujarnya. ■