Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
KIA telah berjuang untuk mendapatkan otonomi lebih besar bagi warga Kachin selama enam dekade. Kelompok itu mendukung penentangan terhadap kekuasaan militer pasca kudeta 1 Februari 2022.
Baca juga : Dongkrak Penjualan Di Toko Online Dengan Logo Eye Catching
Militer Myanmar membela serangan udara tersebut. Militer mengeklaim pasukannya merespons penyergapan dan serangan lain yang dilakukan oleh Kachin Independence Army (KIA) dan kelompok-kelompok bersenjata. Mereka menyebut tindakan itu telah memenuhi aturan keterlibatan internasional.
Baca juga : Ditahan Di Rutan Serang, Nikita Mirzani: Jahat Kalian!
"Sebagai pasukan keamanan, mereka bertanggung jawab untuk memerangi pemberontak, yang penting bagi stabilitas dan perdamaian regional," kata militer dalam pernyataan yang diunggah di situs web mereka.
Baca juga : Menteri Teten: Keamanan Data & Trust Kunci Suksesnya Onboarding Digital UMKM
Pernyataan itu muncul setelah lawan-lawan politik menuding junta mengincar warga sipil dan melakukan kejahatan perang. ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya