Dark/Light Mode

Dikelilingi Para Pendukungnya Di Florida

Nggak Kapok Keok, Trump Nyapres Lagi

Kamis, 17 November 2022 07:07 WIB
Donald Trump didampingi sang istri, Melania Trump, ketika mengumumkan pencalonannya di Pilpres AS 2024, di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, Selasa, 15 November 2024 waktu setempat. (Foto Alon Skuy/AFP/Getty Images)
Donald Trump didampingi sang istri, Melania Trump, ketika mengumumkan pencalonannya di Pilpres AS 2024, di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, Selasa, 15 November 2024 waktu setempat. (Foto Alon Skuy/AFP/Getty Images)

 Sebelumnya 
Menurut analis CNN Politics, Harry Enten, Trump adalah salah satu presiden yang paling tidak populer. Dia meninggalkan jabatan dengan approval rating terendah dari presiden mana pun pada akhir masa jabatan pertamanya (39 persen) dan disapproval rating tertinggi (58 persen) setelah peristiwa kerusuhan 6 Januari 2021. Kala itu, demonstran pendukung Trump menyerbu Capitol Building, saat menolak hasil Pemilu AS 2020.

Namun saat ini, mayoritas warga Amerika (55 persen) meyakini, bahwa Trump tidak atau hanya sebagian bertanggung jawab atas para perusuh Gedung Capitol. Ini menurut jajak pendapat NBC News Juni lalu. Angka itu naik dari 47 persen pada Januari 2021.

Baca juga : Suaranya Bisa Nambal Kuota Tiket Pilpres Lho

Dari sisi elektabilitas, Trump secara keseluruhan adalah salah satu yang terbaik, dan dia tetap menjadi yang terdepan untuk nominasi Partai Republik 2024. Peringkat approval ratingTrump mencapai 43 persen dengan disapproval rating 52 persen. Ada selisih -9 persen dalam approval-disapproval rating. Namun ini lebih baik daripada ketika masih menjabat, yaitu -12 persen.

“Trump unggul melawan Biden dalam jajak pendapat selama beberapa bulan terakhir daripada keseluruhan tahun 2020. Meskipun Trump tidak sepopuler pada Pilpres 2020, dia masih menjadi calon utama di GOP,” kata Enten.

Baca juga : Ini Alasan Pentingnya Perawatan Komprehensif Bagi Pasien Jantung

Pencalonan ini akan menjadi yang ketiga bagi Trump. Dalam pemilihan presiden tahun 2020, ia kalah dari Joe Biden tetapi menolak menyerah dan menyebarkan klaim-klaim bahwa pilpres itu “dicurangi”.

Puncaknya adalah peristiwa 6 Januari 2021, para pendukung Trump menyerang Gedung Capitol. Akibatnya, hampir 1.000 orang yang terlibat telah menghadapi dakwaan. Trump juga ikut diselidiki atas kejadian itu. ■ 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.