Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Elnusa Petrofin Salurkan 10.872 Paket Sembako ke Masyarakat di Seluruh Indonesia
- Thomas Tuchel Merasa Belum Pantas Menyanyikan Lagu Kebangsaan Inggris
- Thibaut Courtois Mau Buka-bukan Soal Kasusnya Di Timnas Belgia
- Lagi Fokus Keluar Zona Degradasi, PSS Sleman Malah Dapat Kabar Buruk
- Ketua DEN : Deregulasi untuk Efisiensi Ekonomi dan Percepatan Investasi

RM.id Rakyat Merdeka - Pasukan militer Arab Saudi menggelar latihan militer di dekat kota suci Mekkah, Minggu (4/8), menjelang pelaksanaan ibadah haji. Latihan itu untuk menyampaikan pesan bahwa Saudi tidak sedikitpun memberikan celah terjadinya gangguan keamanan dalam pelaksanaan ibadah yang diikuti sekitar 3 juta jamaah dari berbagai negara.
Dilansir Associated Press, diperkirakan pada 10 Agustus nanti, jutaan jemaah akan melakukan wukuf di Padang Arafah kemudian lanjut ke Muzdalifah dan Mina.
Baca juga : Menkumham Pilihan Milenial: Mahfud MD dan Edward OS Hiariej
Saat latihan militer itu, para serdadu memamerkan kesigapannya dalam simulasi serangan teroris. Selama ini, Saudi berkali-kali menjadi target serangan drone dan rudal dari pemberontak Houthi asal Yaman. Sebagian besar rudal-rudal tersebut dapat ditembak jatuh rudal sistem pertahanan udara Saudi sebelum sampai sasaran.
Seperti diketahui, Saudi memimpin pasukan koalisi untuk melawan kekuatan pemberontak Houthi sejak 2015. Tak terhitung berapa serangan drone dan rudal yang ditembakkan ke Saudi. Salah satu serangan mematikan terjadi pada 12 Juni 2019, di mana rudal menghantam Bandara Abha, menewaskan satu orang dan melukai 26 lainnya. Juru bicara pasukan koalisi, Turki Al Malki, mengatakan, delapan korban luka harus men- jalani perawatan intensif akibat mengalami luka serius.
Baca juga : Umat Hindu Bali di Denmark Lakukan Persembahyangan Hari Kuningan
Pelaksanaan haji tahun ini dibayang-bayangi kasus yang menyeret Saudi. Banyak kecaman dan ancaman boikot pelaksaan ibadah haji, salah satunya dari Australia. Terkait kematian jurnalis Jamal Khashoggi, Australia menuding Saudi sebagai dalang. Negeri Kanguru itu meminta warganya tidak menjalankan ibadah haji sebagai bentuk protes.
Namun, diberitakan AP, selain kecaman, Saudi juga dipuji akan kemampuannya menyeleng- garakan haji. Wakil Kementerian Haji Abdul Fattah Mashat mengatakan telah melakukan proyek pelapisan aspal agar suhu udara saat siang hari di Arafah hingga Mina tidak begitu panas bagi para jamaah.
Baca juga : Ki Manteb Wayangan Di Istana, Jokowi Disamakan Kresna
Tidak hanya itu, para keluarga korban tewas dan korban selamat penembakan Christchurch, Selandia Baru, juga disambut pihak Kerajaan Arab Saudi dalam ibadah haji tahun ini. Setidaknya, Raja Salman bin Abdulaziz menggelontorkan dana lebih dari 1 juta dolar AS (Rp 14 miliar) untuk menjamu mereka semua.[DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya