Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Hadiri KTT ASEAN-Uni Eropa
Jokowi Ke Brussels Demi Investasi Dan Perdagangan
Rabu, 14 Desember 2022 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi termasuk salah satu pemimpin ASEAN yang bertolak ke Brussels, Belgia, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Uni Eropa (UE), 14 Desember 2022. Indonesia ingin hubungan baik ASEAN-UE terus diperkuat.
Tahun ini, hubungan ASEAN-UE memasuki tahun ke-45. Perdagangan, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan menjadi agenda KTT. Tapi geopolitik bisa ikut bermain dalam pembicaraan.
Baca juga : Hadiri KTT ASEAN-Uni Eropa, Jokowi Perkuat Hubungan Perdagangan
“Indonesia ingin agar perdagangan kita meningkat antara Indonesia-UE, dan juga investasi dari UE ke Indonesia juga terus meningkat,” harap Jokowi.
Dilansir Channel News Asia kemarin, UE disebut akan mendorong agenda konektivitas ke depan dan mencoba merayu ASEAN dengan strategi Global Gateway-nya, dengan dana investasi infrastruktur senilai 300 miliar Euro (sekitar Rp 4.992 triliun) untuk memacu proyek konektivitas di negara berkembang.
Baca juga : Momen Ganjar Antar Jokowi Ke Jakarta Dan Kasih Pesan Jangan Lupa Minum Jamu
Rencana tersebut secara luas dipandang sebagai upaya untuk menyaingi Belt and Road Initiative China (BRIC). Pengamat ASEAN-UE di Pusat Studi Kebijakan Eropa, Hu Weinian yakin, akan lebih banyak bisnis dengan ASEAN. Itu dapat menjadi keuntungan bagi Eropa.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya