Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pertama Kali, Amerika Rilis Ribuan File Pembunuhan JFK Secara Penuh

Jumat, 16 Desember 2022 08:27 WIB
Mantan Presiden AS John F Kennedy ditembak saat berkunjung ke Dallas, Texas tahun 1963. (Foto: Getty Images via BBC)
Mantan Presiden AS John F Kennedy ditembak saat berkunjung ke Dallas, Texas tahun 1963. (Foto: Getty Images via BBC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gedung Putih telah memerintahkan perilisan ribuan dokumen tentang pembunuhan Presiden Amerika Serikat (AS) John F Kennedy (JFK), untuk pertama kalinya secara penuh.

Dengan publikasi sekitar 13.173 file secara online, Gedung Putih mengatakan, lebih dari 97 persen catatan dalam koleksi tersebut, kini tersedia untuk umum.

Tidak ada pengungkapan besar yang diharapkan dari dokumen tersebut. Namun, sejarawan berharap, dokumen itu dapat membantu untuk mempelajari lebih lanjut tentang tersangka pembunuh.

Kennedy ditembak saat berkunjung ke Dallas, Texas, pada 22 November 1963.

Undang-Undang tahun 1992 mewajibkan pemerintah AS, untuk merilis semua dokumen tentang pembunuhan tersebut pada Oktober 2017.

Kamis (15/12), Presiden Joe Biden menerbitkan perintah eksekutif yang mengesahkan pengungkapan terbaru. Namun, beberapa file akan dirahasiakan hingga Juni 2023, untuk melindungi dari kemungkinan bahaya yang dapat diidentifikasi.

Berita Terkait : KSP: KUHP Baru Berikan Jaminan Kebebasan Beragama Lebih Baik

Arsip Nasional AS mengatakan, total 515 dokumen akan tetap ditahan. Sementara 2.545 lainnya, masih ditahan sebagian.

Dalam penyelidikan AS tahun 1964, Komisi Warren menemukan fakta, bahwa JFK dibunuh oleh Lee Harvey Oswald, warga negara AS yang sebelumnya tinggal di Uni Soviet. Dia disebut bertindak sendiri.

JFK dibunuh di ruang bawah tanah Markas Kepolisian Dallas, dua hari setelah penangkapannya.

Kematian JFK melahirkan teori konspirasi yang langgeng selama puluhan tahun. Namun, pada Kamis (15/12), CIA mengatakan, agen mata-mata AS tidak pernah melibatkan Oswald.

CIA juga mengaku tak menyembunyikan informasi tentang Oswald, dari penyelidik AS.

Akademisi dan ahli teori JFK lama berharap, rilis terbaru tentang pembunuhan ini akan mengungkapkan lebih banyak informasi tentang aktivitas Oswald di Mexico City. Tempat dia bertemu dengan seorang perwira KGB Soviet pada Oktober 1963.

Berita Terkait : Van Gaal Pede Oranye Juara

Dalam pernyataan terbarunya, CIA mengatakan, semua informasi yang dipegang agensi terkait perjalanannya ke Mexico City sebelumnya, telah diterbitkan.

"Tidak ada informasi baru tentang topik ini, dalam rilis tahun 2022," sebut CIA, seperti dikutip BBC.

Namun, peneliti dari Mary Ferrell Foundation, organisasi nirlaba yang menggugat pemerintah untuk merilis file tersebut mengatakan, CIA menahan informasi tentang aktivitas Oswald di Meksiko.

Mereka menyebut, beberapa catatan CIA tidak pernah diserahkan ke arsip. Karena itu bukan bagian dari kumpulan yang baru saja dirilis.

Satu dokumen yang baru terungkap menunjukkan, Presiden Meksiko membantu AS menyadap Kedutaan Soviet di Meksiko. Tanpa sepengetahuan pejabat pemerintah Meksiko lainnya.

"Bagian informasi ini  disembunyikan oleh redaksi dalam versi file yang dirilis sebelumnya," lapor mitra BBC di AS, CBS News.

Berita Terkait : Bale Tak Punya Niatan Pensiun

Gedung Putih mengatakan, rilis file akan memberikan pemahaman yang lebih besar kepada publik tentang penyelidikan atas pembunuhan JFK.

Dalam perintahnya, Biden menulis, agensi telah melakukan upaya komprehensif untuk meninjau hampir 16 ribu rekaman lengkap, yang sebelumnya telah dirilis dalam bentuk yang telah disunting.  Lebih dari 70 persen dari rekaman tersebut, kini dapat dirilis secara penuh.

Pemerintahan Trump merilis ribuan halaman selama masa kepresidenannya. Namun, menahan sebagian lainnya, atas dasar keamanan nasional. Meski Undang-Undang tahun 1992 mengamanati untuk merilis semua informasi pada tahun 2017.

Pada Oktober 2021, Biden merilis sekitar 1.500 dokumen. Namun, dia mengaku masih ada yang disegel. ■