Dewan Pers

Dark/Light Mode

Peringatan HGN 2022

Kemenag Sampaikan Apresiasi dan Penghargaan Bagi Para Guru

Jumat, 25 November 2022 14:31 WIB
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa`adi dalam Upacara Hari Guru Nasional (HGN) 2022, di Halaman Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat, (25/11). (Foto: Kemenag)
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa`adi dalam Upacara Hari Guru Nasional (HGN) 2022, di Halaman Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat, (25/11). (Foto: Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Direktorat Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) menggelar Upacara Hari Guru Nasional (HGN) 2022, di Halaman Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat, (25/11). Dalam Peringatan HGN ini, GTK Madrasah mengambil tema “Berinovasi Mendidik Generasi”.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi yang menjadi inspektur upacara, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan HGN 2022 dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Zainut juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru.

“Pagi ini, kita memperingati momentum Hari Guru Nasional Tahun 2022 secara serentak seluruh Indonesia. Pertama, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas jasa besar yang diberikan para guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Terpujilah wahai engkau Ibu/Bapak Guru. Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku,” kata Zainut Tauhid, saat menyampaikan pidatonya.

Dalam kesempatan itu, Zainut menyampaikan beberapa hal terkait ikhtiar Kementerian Agama untuk terus memperhatikan para guru madrasah, mulai dari sisi peningkatan kompetensi hingga persoalan kesejahteraanya. Akan tetapi, sebelumnya Zainut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh guru jika dalam ikhtiar tersebut belum maksimal.

“Kami menyampaikan permohonan maaf jika ikhtiar kami belum optimal dalam memberikan layanan terbaik bagi para pahlawan tanpa tanda jasa. Benar bahwa Hari Guru Nasional adalah bentuk rekognisi, Namun, kami juga berkomitmen untuk terus berupaya agar para guru terus mendapat afirmasi,” imbuh Zainut.

Berita Terkait : Kementerian ESDM Apresiasi Dunia Usaha Dukung Pengembangan EBT

“Sebab, kita semua tahu bahwa guru adalah profesi mulia. Kata cerdik cendikia, jika orang tua memberikan asupan untuk jasadnya, maka guru memberikan gizi untuk ruh, spirit, dan jiwanya,” sambungnya.

Diakui Zainut, dedikasi guru tiada batas, Bahkan, ketika pandemi Covid-19 melanda, guru dituntut tetap melaksanakan tugas. Amanat di pundak untuk terus “Berinovasi Mendidik Generasi” sebagai tema Hari Guru Nasional tahun ini.

“Dalam konteks itu saya ingin menyampaikan beberapa pesan. Pertama, terus menjadi pribadi pembelajar. Sebab, mengajar pun bagian dari belajar. Saat guru mengajar, pada hakikatnya dia sedang belajar,” tambahnya.

Zainut melanjutkan, setelah dua tahun pandemi Covid-19, saat ini memasuki masa learning recovery, pemulihan proses pembelajaran. Oleh sebab itu, Kemenag mendorong dan mengkondisikan para guru untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi informasi.

“Paradigma belajar dan mengajar perlu respons dengan kekinian. Ada proses transformasi digital, ada big data, artificial intelligence (kecerdasan buatan), metaverse, metahuman, robotic, dan lainya yang hadir di ruang-ruang kelas siswa generasi Z dan Alpha,” pesannya.

Berita Terkait : Gempa Cianjur, Kemenag Berikan Bantuan dan Layanan Trauma Healing

Selain itu, Zainut berpesan agar para guru terus perkuat moderasi beragama dan sukseskan tahun toleransi. Jadikan agama sebagai sumber inspirasi untuk memuliakan harkat kemanusiaan, meneguhkan komitmen kebangsaan, toleran dan anti kekerasan. Hormati keragaman budaya lokal dan segala bentuk perbedaan.

“Jauhi politisasi agama, hindari perpecahan, terlebih dengan membawa-bawa ajaran agama. Hadirkan agama sebagai rahmat bagi semesta,” ujarnya.

Lebih lanjut Zainut menyampaikan, Kementerian Agama berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru. Kementerian agama memperjuangkan adanya skema baru, seperti penambahan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) melalui jalur pembiayaan LPDP.

“Alhamdulillah, tahun ini ada penambahan signifikan, mencapai 11.200 kuota PPG. Kami berkomitmen agar jumlah ini terus bertambah di tahun mendatang. Upaya peningkatan kompetensi kami lakukan juga dengan memberi beasiswa pendidikan, serta memberikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi para guru. Kementerian Agama telah bermitra dengan Bank Dunia dalam peningkatan kompetisi ini, melalui program Madrasah Reform (MEQR), dan target totalnya menjangkau lebih 300.000 Guru dan Tenaga kependidikan di Seluruh Indonesia,” lanjutnya.

“Terkait peningkatan kesejahteraan, Kami perjuangkan pemenuhan Tunjangan Profesi Guru (TPG), pemberian insentif guru, pengangkatan P3K penataan dan pendistribusian guru, serta program strategis lainnya. Tentunya pemenuhan tersebut harus juga dibarengi dengan aspek kualitas guru,” tutupnya.

Berita Terkait : Ditemani Ganjar, Jokowi Bagikan BLT dan Cek Harga Barang Di Pasar Malang

Sebelumnya, Dirjen Pendis Muhammad Ali Ramdhani meminta kepada guru madrasah untuk senantiasa beradaptasi terhadap perkembangan digital. Menurutnya, bahwa penguasaan teknologi merupakan solusi dan keniscayaan dalam mengoptimalkan pembelajaran di madrasah.

Menurut pria yang biasa disapa Dhani ini, pendidikan pada dasarnya adalah proses untuk merubah suatu komunitas menuju masyarakat yang lebih baik. Salah satu upaya yang perlu terus dilakukan adalah dengan mengadaptasi model-model pendidikan agar senantiasa relevan dengan dinamika zaman, dengan tetap memiliki pijakan yang kuat terhadap nilai-nilai keagamaan.

"Para guru sejatinya senantiasa meningkatkan kompetensi yang selaras dengan dinamika zaman; pengetahuan dan keterampilannya harus ter-update dan dipertajam selaras dengan perkembangan teknologi kontemporer, khususnya penguasaan teknologi yang berkenaan dengan teknologi pembelajaran," ungkap Dhani.

Di samping pengokohan kompetensi, perlu penguatan aspek keteladanan. Sebab guru memiliki tanggung jawab dalam merancang bangun attitude dan moral spiritual bagi anak didiknya. “Perlu diingat, bahwa bagi siswa madrasah, kata-kata guru adalah ilmu, perilaku guru adalah teladan,” tegas Guru Besar UIN Bandung ini.■