Dark/Light Mode

Kenapa Gempa Turki Sangat Mematikan

Kamis, 9 Februari 2023 04:35 WIB
Tim penyelamat menyusuri bangunan roboh akibat gempa, di  Antakya, Turki, 6 February 2023. ( Foto Reuter/Umit Bektas)
Tim penyelamat menyusuri bangunan roboh akibat gempa, di Antakya, Turki, 6 February 2023. ( Foto Reuter/Umit Bektas)

 Sebelumnya 
Dalam laporan BBC, penyebab gempa di Turki dan Suriah ini adalah pergerakan lempeng Arab yang bergeser ke utara dan bergesekan dengan lempeng Anatolia. Gesekan lempeng ini menyebabkan gempa bumi yang sangat merusak di masa lalu.

Pada 13 Agustus 1822 terjadi gempa berkekuatan Magnitudo 7,4, jauh lebih kecil dari gempa berkekuatan Magnitudo 7,8 yang tercatat pada hari Senin (6/2). Meski begitu, gempa bumi abad ke-19 mengakibatkan kerusakan besar pada kota-kota di daerah tersebut.

Baca juga : Korban Tewas Gempa M7,8 Turki Kini Tembus 11.104

Tercatat, ada 7.000 kematian di Kota Aleppo. Gempa susulan yang merusak berlanjut selama hampir satu tahun.

Gempa diukur pada skala yang disebut Skala Magnitudo Moment (Mw). Pengukuran ini telah menggantikan Skala Richter yang dulu lebih dikenal, namun sekarang dianggap usang dan kurang akurat.

Baca juga : Bantu Yuk, Bantu Yuk!

Angka yang dikaitkan dengan gempa mewakili kombinasi jarak garis patahan yang telah berpindah dan gaya yang memindahkannya. Getaran sebesar Magnitudo 2,5 atau kurang biasanya tidak dapat dirasakan, tetapi dapat dideteksi dengan instrumen.

Gempa hingga Magnitudo 5 dapat dirasakan dan me￾nyebabkan kerusakan ringan. Gempa Turki pada Magnitudo 7,8, diklasifikasikan sebagai gempa besar dan biasanya menyebabkan kerusakan serius, seperti yang terjadi dalam kasus saat ini.

Baca juga : Gempa Turki, Lebih 100 WNI Kehilangan Tempat Tinggal

Selanjutnya, gempa di atas Magnitudo 8 menyebabkan kerusakan besar dan benar-benar dapat menghancurkan komunitas di pusatnya. Gempa bumi di lepas pantai Jepang pada 2011 tercatat berkekuatan Magnitudo 9 dan menyebabkan kerusakan luas di daratan. Sementara, tsunami menyebabkan kecelakaan besar di pembangkit nuklir di sepanjang pantai.

Selain itu, ada juga gempa bumi terbesar yang pernah tercatat, yakni gempa sebesar Magnitudo 9,5 di Chile pada 1960. Ada pula gempa dan tsunami Aceh 2004 dengan kekuatan Magnitudo 9,1-9,3.***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.