Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
RM.id Rakyat Merdeka - Kesal dimarahi ibunya karena tidak membuat pekerjaan rumah (PR) dari sekolah, bocah laki-laki umur 10 tahun di China, lapor polisi. Bocah itu meminta polisi mengirimnya ke panti asuhan.
Baca juga : PKS Solid Dukung Anies Nyapres, Nggak Mau Pindah Koalisi
Si bocah membuat laporan di Kantor Polisi Huixing, Yubei. Dalam video yang disiarkan media China, CCTV, terlihat, bocah itu mendatangi kantor polisi. Bocah yang tak disebut namanya itu mengadukan orangtuanya yang kerap memarahinya karena tidak mengerjakan PR.
Baca juga : Dinilai Bikin Gaduh, Rocky Gerung Layak Dihukum
“Ibu selalu marah, meminta saya terus belajar. Lebih baik saya hidup di panti asuhan,” ujar sang bocah, dilansir Oddity Central, kemarin.
Baca juga : Dibanderol Murah, itel P40 Ramaikan Pasar Ponsel Indonesia
Polisi kemudian menenangkan bocah itu. Lalu, memanggil orangtua sang bocah untuk datang menjemputnya. Awalnya, bocah itu ogah pulang. Namun setelah diyakinkan, bocah itu akhirnya menerima, dan mau diajak pulang. Cara polisi menangani kasus ini pun mendapat pujian dari warganet setempat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya