Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Boccia, Kisah Perjuangan Penyandang Disabilitas Yang Menginspirasi

Sabtu, 21 September 2019 17:06 WIB
Istri Dubes RI untuk Thailand Anita Rusdi (berkerudung) uaai nontin bareng film `Boccia` bersama President Paralympic Committee Nick Bhirombhakdi, dan First Lady Ferrari Thailand Bing Bhirombhakdi, warga Indonesia, murid Sekolah Indonesia Bangkok, dan komunitas asing di Bangkok. (Foto: KBRI Bangkok)
Istri Dubes RI untuk Thailand Anita Rusdi (berkerudung) uaai nontin bareng film `Boccia` bersama President Paralympic Committee Nick Bhirombhakdi, dan First Lady Ferrari Thailand Bing Bhirombhakdi, warga Indonesia, murid Sekolah Indonesia Bangkok, dan komunitas asing di Bangkok. (Foto: KBRI Bangkok)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lebih dari 200 penonton dibuat terkesan dan tersentuh menyaksikan “Boccia”, sebuah film dokumenter non komersial tentang olahraga bagi anak-anak berkebutuhan khusus, penderita cerebral palsy.

Pemutaran film "Boccia" di SPF Cinema Bangkok merupakan kerja sama antara Maria Monique Lastwish Foundation Jakarta dengan SPF Cinema, serta didukung oleh Kedutaan Besar RI Bangkok, Paralympic Committee of Thailand, dan First Lady Ferrarri Thailand.

Pemutaran film ini antara lain dihadiri oleh istri Dubes RI untuk Thailand Anita Rusdi, President Paralympic Committee Nick Bhirombhakdi, dan First Lady Ferrari Thailand Bing Bhirombhakdi, warga Indonesia, murid Sekolah Indonesia Bangkok, dan komunitas asing di Bangkok.

Baca juga : Keuntungan Tanam Kacang Hijau Menggiurkan

Film “Boccia” diproduksi dan disutradarai oleh Nathalie Tjahya, warga negara Indonesia dan Ketua Maria Monique Last Wish Foundation. Film ini merupakan film pertama di dunia tentang olahraga bagi penderita celebral palsy.

Pembuatan film ini melibatkan para atlet Boccia dari 10 negara yaitu Malaysia, Singapura, Indonesia, Maroko, Philippina, Jepang, Korea, Tiongkok, China Taipei, dan Thailand.

Film berdurasi sekitar 40 menit ini bercerita tentang perjuangan para atlet penderita cerebral palsy, untuk mengikuti kejuaraan internasional bagi para penyandang disabilitas. Termasuk, di ajang Asian Paralympic Games di Jakarta tahun 2018.

Baca juga : Ketua Komisi IV: Pembangunan Pertanian Sukses, Ekspor Meningkat

Selain di Bangkok, pemutaran film ini telah dan akan dilaksanakan di beberapa kota di Asia, guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk lebih mendukung dan memberikan kesempatan bagi para penyandang disabilitas.

Film ini juga dibuat untuk menumbuhkan semangat atlet penyandang disabilitas, untuk terus berprestasi. Film Boccia ini sangat menyentuh hati.

Elizabet Romhild, seorang pelukis berkebangsaan Denmark mengatakan, film ini sangat bagus dan mengharukan. Serta memberikan informasi baru tentang olahraga Boccia.

Baca juga : KPK Cegah Pemegang Saham Perusahaan Penampung Duit Suap Eks Bos Petral

Penonton lain mengatakan, film ini membuat kita menjadi lebih bersyukur atas karunia kesempurnaan fisik, dan patut meneladani semangat para atlet Boccia. Walaupun kurang beruntung secara fisik, namun memiliki semangat yang tinggi untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.