Dark/Light Mode

Ramah Penyandang Disabilitas

Fasilitas Di Masjid Istiqlal Dipuji Utusan Khusus AS

Selasa, 10 Oktober 2023 06:01 WIB
Penasihat Khusus Hak Disabilitas Internasional Deplu Amerika Serikat Sara Minkara bertongkat saat mengunjungi Masjid Istiqlal, Sabtu, 7 Oktober 2023. (Foto Larasati Dyah Utama/Harian Rakyat Merdeka/RM.id)
Penasihat Khusus Hak Disabilitas Internasional Deplu Amerika Serikat Sara Minkara bertongkat saat mengunjungi Masjid Istiqlal, Sabtu, 7 Oktober 2023. (Foto Larasati Dyah Utama/Harian Rakyat Merdeka/RM.id)

 Sebelumnya 
Aksesibilitas itu, lanjut Minkara, terkait fisik, komunikasi, budaya dan teknologi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat Masjid Istiqlal Laksma TNI (Purn) Asep Saepudin mengatakan, Masjid Istiqlal sudah lama menyiapkan akses bagi penyandang disabilitas. Mulai dari jalan masuk, tempat wudhu, hingga lift untuk masuk ke tempat ibadah di lantai dua.

“Kalau teman-teman tidak ada yang mendampingi, kami juga menyiapkan tenaga untuk mengantar ke depan. Shaf-nya juga di depan, baik pria maupun wanita,” katanya.

Baca juga : Penyandang Disabilitas Berharap Kesetaraan Di Jateng Diterapkan Nasional

Menurut Asep, apa yang telah diterapkan di Masjid Istiqlal terkait akses bagi penyandang disabilitas juga telah disosialisasikan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar, yang juga merupakan Ketua Ikatan Persaudaraan Imam-Imam Masjid Seluruh Indonesia. Menurutnya, sudah ada beberapa masjid yang telah menyadari pentingnya akses ini dan berupaya mengimplementasikannya.

“Apa yang diterapkan di Istiqlal sudah kami sosialisasikan. Dan beliau mengajak kepada seluruh masjid, terutama di kota-kota besar untuk sama-sama menyiapkan akses beribadah bagi saudara-saudara kita,” ujarnya.

Koordinator Regional Jakarta Forum Masyarakat Sipil Pemantau Inklusi (Formasi) Disabilitas Ilma Rivai menyayangkan masih adanya stigma negatif bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, akses beribadah bagi penyandang disabilitas itu sangat penting. Karena ini berkaitan dengan hubungan antara manusia dan Tuhannya.

Baca juga : Perkuat Kesempatan Kerja Penyandang Disabilitas, BNI Gelar Workshop & Pelatihan

“Saya pernah ingin masuk ke mushola tapi nggak boleh masuk, karena dikiranya kursi rodaku kotor. Itu sangat membekas sekali,” ujarnya.

Dia juga mendorong pentingnya akses penerjemah di tempat ibadah, seperti di gereja. Ilma pernah mendapat cerita dari rekannya yang juga penyandang disabilitas tentang sulitnya memperoleh akses penerjemah di gereja saat kebaktian.

“Di gereja masih kekurangan juru bahasa isyarat. Tidak semua gereja menyediakan bahasa isyarat untuk menerjemahkan ayat-ayat di Al-Kitab,” katanya. Menurut Ilma, tidak ada yang berlebihan dari permintaan teman-teman disabilitas, karena masing-masing mempunyai kebutuhan yang berbeda.

Baca juga : Kapolri: Keamanan Dan Stabilitas Prioritas Utama Wujudkan Kemakmuran Di ASEAN

Dia berharap, dari Dialog Lintas Agama tentang Aksesibilitas Tempat Ibadah ini, banyak pihak yang menyadari pentingnya akses disabilitas di tempat-tempat ibadah bagi penyandang disabilitas.

“Fasilitas ibadah, atau fasilitas umum apapun itu harus mencoba mengakomodasi secara berproses, kontinyu dan berkomitmen,” ujarnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.