Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pertamina dan Rosneft Teken Kontrak Desain Kilang Minyak Tuban
Jumat, 1 November 2019 12:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) akhirnya menandatangani perjanjian kontrak dengan Spanish Tecnicas Reunidas SA (TRSA) di Moskow, Rusia, Senin (28/10).
Penandatanganan dilakukan oleh Kadek Ambara Jaya, Project Coordinator NGRR (New Grass Root Refinery and Petrochemical) Tuban dari Pertamina; Pavel Vagero, Finance Director PT. PRPP dari Rosneft; dan Miguel Paradinas, Direktur Jenderal TRSA.
Penandatanganan disaksikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Menko Perekonomian Montty Giriana, dan Kuasa Usaha Ad Interim/Wakil Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Azis Nurwahyudi.
Penandatanganan ini merupakan kelanjutan kerja sama antara Pertamina dan Rosneft, dalam proyek pembangunan dan pengoperasian kilang minyak baru, yang terintegrasi dengan kompleks petrokimia (NGRR) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Baca juga : Bukaka Teken Kontrak Senilai 7,5 Juta Dolar di Bangkok
PRPP merupakan usaha patungan (joint venture) antara Pertamina dan Rosneft, dengan kepemilikan saham Pertamina 55 persen dan Rosneft 45 persen.
Perjanjian kontrak yang ditandatangani antara PRPP dan TRSA ini menitikberatkan pada pelaksanaan Basic Engineering Design (BED) dan Front-End Engineering Design (FEED) terkait proyek tersebut.
Proyek NGRR Tuban akan memproduksi bahan bakar minyak nasional yang berkualitas Euro V untuk meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi nasional.
Kilang minyak di Tuban ini diperkirakan akan memiliki kapasitas produksi sebesar 300.000 barrel per hari.
Baca juga : Joss, Pengusaha RI dan Italia Teken Kontrak Dagang Rp 847,65 Miliar
Dalam pertemuan dengan Delegasi Pertamina di Wisma Duta KBRI Moskow pada Selasa (29/10), Duta Besar (Dubes) RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi, menyampaikan apresiasi atas penandatanganan kontrak perjanjian terebut.
"Proyek ini adalah realiasi dari hasil kunjungan Presiden Joko Widodo ke Sochi, Rusia pada Mei 2016. Alhamdulillah, semua permasalahan dapat diselesaikan kedua pihak,” kata Dubes Wahid.
Menurut Dubes Wahid, kerja sama ini adalah bukti kedekatan hubungan Indonesia dengan Rusia, yang pada tahun 2020 akan memperingati 70 tahun hubungan diplomatik.
Dubes Wahid berharap, proyek ini dapat mendukung kemandirian Indonesia di bidang energi.
Baca juga : Perangi Ponsel Ilegal, Tiga Menteri Teken Aturan Bersama
“Kita berharap, proyek ini dapat selesai sebagaimana direncanakan tahun 2025. Proyek ini menjadi semakin penting, karena merupakan salah satu proyek strategis dan prioritas nasional pemerintah Indonesia,” tutup Dubes Wahid. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya