Dark/Light Mode

Sekalipun Banyak Yang Minta Minggir, Joe Biden Ogah Mundur Dari Pilpres AS

Kamis, 4 Juli 2024 16:34 WIB
Presiden AS Joe Biden (Foto: Instagram)
Presiden AS Joe Biden (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bersumpah tidak akan mundur dari kontestasi Pilpres 2024.

Hal ini ditegaskan Biden dalam pertemuan dengan staf kampanye, anggota parlemen, dan gubernur Demokrat pada Rabu (3/7/2024). Menyusul buruknya performa Biden dalam acara Debat Capres pada Kamis (27/6/2024).

“Tidak ada yang mendorong saya untuk mundur. Saya tidak akan mundur. Saya akan tetap berada dalam jalur kontestasi, sampai akhir," kata Biden dalam email terpisah yang di-blast oleh tim kampanyenya.

Dalam email itu, Biden juga mendesak para pendukungnya untuk melemparkan dolar AS, agar dapat mengungguli Donald Trump dalam Pilpres AS 5 November mendatang.

Biden telah menggelar pertemuan, secara virtual dan secara langsung, dengan 24 gubernur Demokrat dan walikota Washington DC pada Rabu (3/7/2024) malam, untuk meyakinkan bahwa dia akan tetap tampil di panggung Pilpres, setelah penampilan yang jauh dari kata memuaskan di acara debat perdana.

Dari total 24 gubernur, hanya tiga gubernur (New York, Minnesota, dan Maryland) yang menjumpai wartawan usai pertemuan dengan Biden.

Baca juga : Tim Hukum Merah Putih Sesalkan Pihak yang Minta Menkominfo Mundur

Ketiga gubernur ini memantapkan janjin untuk tetap mendukung Biden, setelah apa yang mereka sebut diskusi jujur tentang kinerja buruk petahana dalam debat capres minggu lalu.

“Presiden selalu mendukung kami. Kami akan mendukungnya juga,” kata Gubernur Maryland Wes Moore, seperti dilansir BBC.

Gubernur Minnesota Tim Walz yang juga menjabat Ketua Asosiasi Gubernur Demokrat mengatakan, kinerja Biden di Debat Capres melawan mantan Presiden AS Donald Trump buruk. Namun, Walz merasa, Biden cocok untuk kembali menjabat.

Kekhawatiran tentang usia dan ketajaman mental Biden mencuat setelah debat 27 Juni lalu dengan Trump. Dalam kesempatan itu, Biden tampak bergumam, kadang-kadang kehilangan pikirannya dan, pada satu titik, berbicara tentang mengalahkan Medicare.

Biden juga mengaku lelah setelah dua perjalanan ke luar negeri. Gedung Putih mengatakan dia masuk angin.

Ditanya apakah Biden sedang mempertimbangkan untuk mengundurkan diri, Juru Bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre berkata singkat. "Tentu saja tidak," cetusnya.

Baca juga : Biden Sibuk Yakinkan Pendukung Dan Pemodal

Survei Wall Street Journal mengunggulkan Trump atas Biden dengan margin 48 persen hingga 42 persen, atau naik satu poin persentase. Sementara jajak pendapat New York Times/Siena membuktikan keunggulan Trump atas Biden melebar tiga poin menjadi 49 persen menjadi 43 persen.

3 Juli lalu, Raul Grijalva dari Arizona meminta Biden untuk keluar dari kontestasi, sementara Perwakilan Seth Moulton dari Massachusetts mengungkit soal usia Biden.

"Kenyataan yang tidak menguntungkan, status quo kemungkinan dapat membuat Trump menang," kata Moulton dalam sebuah pernyataan.

"Presiden Biden juga tidak akan menjadi lebih muda," imbuhnya.

Reed Hastings, donor utama Partai Demokrat dan salah satu pendiri platform streaming Netflix, juga menyerukan Biden untuk minggir.

Di tengah situasi ini, Wakil Presiden AS Kamala Harris mendapatkan dukungan untuk menggantikan Biden, jika politisi berusia 81 tahun itu mundur.

Baca juga : Wapres Tegaskan Bansos Untuk Orang Miskin, Bukan Pemain Judi Online

Soal ini, Dmitri Mehlhorn, penasihat untuk salah satu pendiri LinkedIn dan megadonor Demokrat Reid Hoffman mengatakan, timnya akan antusias mendukung tiket Kamala Harris yang tangguh dan cerdas, jika Biden minggir karena alasan apa pun.

"Kamala Harris adalah satu-satunya pesaing nasional yang serius, yang telah menjadi sasaran serangan besar oleh pendukung Make America Great Again Trump," beber Hoffman.

"Kami akan kehilangan merek kuat super Joe, tetapi kami bisa mendapatkan keuntungan lain dan akan tetap kompetitif," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.