Dark/Light Mode

Dianggap Pemborosan

PM Inggris Keir Starmer Batalkan Kontrak Pengadaan Helikopter Warisan Sunak

Selasa, 27 Agustus 2024 21:07 WIB
PM Inggris Keir Starmer (Foto: Britannica)
PM Inggris Keir Starmer (Foto: Britannica)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer akhirnya membatalkan kontrak pengadaan helikopter pemerintah warisan Rishi Sunak, yang diperkirakan bernilai 40 juta poundsterling atau setara Rp 819,80 miliar.

Selama menjabat Perdana Menteri, Rishi Sunak dihujani kritik karena menjadi frequent flyer helikopter. Kebiasaan ini dinilai sebagai pemborosan yang merugikan keuangan negara.

Berdasarkan investigasi BBC pada tahun 2023, Rishi Sunak paling sering menggunakan jet dan helikopter RAF untuk penerbangan domestik, ketimbang tiga perdana menteri Inggris sebelumnya: Liz Truss, Boris Johnson, dan Theresa May.

Baca juga : Airlangga Mundur Dari Ketum Beringin, Idrus Marham Pastikan Tak Ada Intervensi

Langkah Starmer ini menegaskan garis pembeda dengan pemerintahan sebelumnya.

Starmer diyakini tidak akan menganggap lumrah hal-hal biasa yang berbau pemborosan di masa Rishi Sunak, saat parlemen kembali aktif pada pekan depan.

Simbol Pemborosan

Terkait pembatalan kontrak pengadaan helikopter, sumber Partai Buruh mengatakan, layanan helikopter VIP Partai Konservatif adalah simbol pemborosan nyata pemerintah, yang tidak membawa kontribusi positif pada negara.

Baca juga : Pep Guardiola Persilakan Alvarez Hengkang Dari Man City

“Pembatalan kontrak ini memberi tahu Anda, bahwa di atas lubang hitam senilai 22 miliar poundsterling atau setara Rp 451,80 triliun yang ditiup Tories (sebutan untuk politisi Partai Republik) dalam keuangan publik, Rishi Sunak malah memprioritaskan layanan helikopter VIP-nya,” ungkap sumber tersebut.

Bulan lalu, anggota parlemen Konservatif John Glen bertanya kepada pemerintahan Starmer, mengenai kemungkinan pengurangan jatah penerbangan domestik untuk menteri.

Merespons hal ini, Menteri Kantor Kabinet Ellie Reeves mengatakan, rencana perjalanan akan diputuskan dengan mempertimbangkan kebutuhan menteri dan kepentingan pembayar pajak.

Baca juga : UBL dan Pramuka Kolaborasi Luncurkan Program Pencegahan Kekerasan Seksual

“Menggunakan penerbangan domestik memungkinkan para menteri untuk mengunjungi lebih banyak bagian dari Inggris, dan mengurangi kebutuhan untuk akomodasi semalam,” kata Reeves.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.