Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Pesawat, Paus Fransiskus Ditanya Soal Pilpres AS: Pilih Trump Atau Harris?
Sabtu, 14 September 2024 07:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah melakukan perjalanan apostolik ke kawasan Asia-Pasifik selama 12 hari, Paus Fransiskus kembali ke Vatikan. Pesawat Singapore Airlines yang membawa Pemimpin Agung Gereja Katolik Dunia itu tiba di Roma, Italia pada Jumat (13/9/2024) pukul 18.50 waktu setempat.
Dalam perjalanan udara dari Singapura-Roma, Paus membuka sesi tanya jawab dengan para wartawan yang ikut dalam pesawat kepausan. Wartawan dari Rakyat Merdeka/RM.id, Bambang Trismawan ikut dalam penerbangan tersebut.
Ada beberapa pertanyaan yang diajukan kepada Paus. Salah satunya soal sengitnya persaingan di Pilpres Amerika Serikat. Seorang jurnalis menanyakan kepada Paus, siapa kandidat yang seharusnya dipilih oleh umat Katolik di sana? Apakah capres yang berjanji akan mendeportasi ribuan imigran atau capres yang berkampanye akan kembali memberikan hak aborsi?
Paus sudah paham siapa kandidat yang dimaksud. Siapa lagi kalau bukan Donald Trump dan Kamala Harris. Di Pilpres kali, Trump kembali berjanji akan mendeportasi ribuan imigran jika terpilih. Sementara Harris dalam kampanyenya berjanji akan memberikan hak untuk aborsi.
Lalu bagaimana jawaban Paus? Kepala Negara Vatikan itu tidak menyebut siapa nama yang harus dipilih. Paus kembali menegaskan posisi tegas Gereja Katolik terkait isu aborsi dan migrasi. Paus pun memahami ada dilema bagi para pemilih Katolik di AS.
Baca juga : Di Singapura, Paus Fransiskus Disambut Presiden Tharman Dan PM Lawrence Wong
Kata Paus, mendeportasi imigran dan aborsi, keduanya melawan kehidupan. "Baik yang mengusir migran maupun yang membunuh anak-anak, keduanya melanggar hak kehidupan," kata Paus, dalam bahasa Italia.
Paus secara terbuka mengritik kebijakan deportasi massal yang tidak memanusiakan para migran. Ia menekankan bahwa dalam ajaran Alkitab, migran, anak yatim, dan janda adalah kelompok yang harus dilindungi, bukan diusir. “Mengusir migran yang mampu bekerja, tanpa memberikan sambutan, adalah dosa. Ini adalah dosa yang serius,” tegas Paus.
Paus lalu berbagi pengalamannya saat merayakan misa di perbatasan dekat Keuskupan El Paso, kota dekat perbatasan di Texas, Amerika Serikat.
Paus mengaku melihat langsung dampak tragis dari krisis migrasi. Ada banyak kehidupan pekerja migran yang berakhir tragis di sana. "Hari ini, aliran migrasi di Amerika Tengah sering kali diperlakukan seperti budak, karena mereka dieksploitasi," ungkap Paus dengan nada prihatin.
Di sisi lain, Paus Fransiskus juga dengan tegas menolak aborsi. Menurut Paus, aborsi adalah tindakan pembunuhan. Ia menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa sejak satu bulan setelah pembuahan, semua organ manusia sudah terbentuk.
Baca juga : So Sweet, Paus Fransiskus Kasih Kado Ultah Untuk Jurnalis Indonesia
“Melakukan aborsi adalah membunuh seorang manusia,” katanya. "Anda suka atau tidak dengan istilah itu, tapi itu adalah pembunuhan. Gereja tidak mengizinkan aborsi karena itu adalah tindakan membunuh," tegas Paus.
Paus menegaskan bahwa tidak ada kompromi dalam hal ini. "Kita harus berbicara tentang hal ini dengan jelas. Tidak ada 'tetapi'. Aborsi adalah pembunuhan, dan mengusir migran juga merupakan tindakan yang penuh dengan kejahatan.
"Lalu siapa yang harus dipilih? Apakah harus golput?," kejar wartawan.
Kata Paus, situasinya memang sulit. Karena itu, pentingnya menggunakan hati nurani saat memutuskan pilihan. Karena golput juga bukan sebuah pilihan baik.
"Secara umum, dalam moralitas politik, dikatakan jika Anda tidak memilih, itu tidak baik, itu buruk," ujar Paus. "Anda harus memilih, dan Anda harus memilih yang lebih sedikit keburukannya," imbuhnya.
Baca juga : Hari ini Terbang Ke Singapura, Paus Fransiskus Naik Aero Dili
Paus mengungkapkan pemilihan kandidat tidak selalu hitam dan putih, dan setiap orang harus mempertimbangkan pilihan mereka dengan hati-hati.
"Apa yang lebih sedikit keburukannya? Apakah wanita itu, atau si pria itu? Saya tidak tahu. Setiap orang, dalam hati nuraninya, harus memikirkan dan melakukan hal tersebut," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya