Dark/Light Mode

Ngobrol Di Pesawat Singapura-Vatikan

Paus Puji Indonesia Negeri Yang Indah

Minggu, 15 September 2024 08:00 WIB
Paus Fransiskus saat akan melakukan tanya jawab dengan wartawan di pesawat Singapore Airlines dalam perjalanan Singapura-Roma, Italia, Jumat (13/9/2024). (Foto: X/VaticanNews)
Paus Fransiskus saat akan melakukan tanya jawab dengan wartawan di pesawat Singapore Airlines dalam perjalanan Singapura-Roma, Italia, Jumat (13/9/2024). (Foto: X/VaticanNews)

 Sebelumnya 
Cindy Wooden, wartawan senior dari Catholic News Service (CNS) yang sering ikut dalam penerbangan bersama Paus, mengatakan suasana hati Paus sedang senang. Kata dia, jika Paus merasa lelah, biasanya ia hanya melayani dua hingga tiga pertanyaan saja.

Beberapa pertanyaan yang disampaikan wartawan ini beragam. Beberapa di antaranya bikin suasana kabin sedikit riuh rendah. Salah satunya adalah pertanyaan dari Anna Matranga, wartawan asal Amerika Serikat, CBS News.

Matranga menanyakan soal persaingan sengit di Pilpres Amerika Serikat. Kata dia, siapa yang harus dipilih umat Katolik? Apakah capres yang berjanji akan mendeportasi ribuan imigran atau capres yang berkampanye akan kembali memberikan hak aborsi? Matranga memang tak menyebut nama. Meski semua tampaknya sudah paham bahwa yang dimaksud adalah capres Donald Trump dan Kamala Harris.

Baca juga : Mirah Sumirat: Upah Murah, Warga Pun Cari Yang Murah

Paus menjawab secara lugas, tapi juga diplomatis. Bapa Suci menegaskan, mendeportasi imigran dan aborsi, keduanya melanggar hak kehidupan. Sambil memaparkan alasannya. Matranga terus mengejar. “Lalu siapa yang harus dipilih? Apakah umat Katolik di Amerika harus golput?” kata dia.

Kata Paus, situasinya memang sulit. Karena itu, pentingnya menggunakan hati nurani saat memutuskan pilihan. Karena golput juga bukan sebuah pilihan baik. “Anda harus memilih yang lebih sedikit keburukannya. Mana yang lebih sedikit keburukannya? Apakah wanita itu (Harris), atau si pria itu (Trump)? Saya tidak tahu. Setiap orang, harus gunakan hati nuraninya,” cetusnya.

Wartawan dari Argentina menanyakan soal apakah Paus akan berkunjung ke Argentina? Paus Fransiskus adalah paus pertama dari Argentina. Namun, sejak diangkat pada 2013, Paus Fransiskus tak pernah berkunjung ke Argentina. Sudah hampi 66 negara yang dikunjungi. Soal ini, Paus mengatakan ia ingin pergi ke Argentina. “Namun masih belum diputuskan, ada beberapa hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu,” ujarnya.

Baca juga : Rahmad Handoyo: Utamain Hak Pekerja Yang Terkena PHK

Soal Palestina, Paus mengatakan setiap hari ia menelpon paroki yang ada di sekitar jalur Gaza. Situasinya memang buruk. Anak-anak menjadi korban, sekolah hancur dan sebagainya. Paus mengatakan persaudaraan lebih penting dari pada saling membunuh. Ia pun turut menyayangkan perang Israel dengan Hamas, yang hampir satu tahun belum menunjukkan tanda akan berakhir.

“Maaf saya harus mengatakan ini. Tetapi menurut saya, mereka tidak mengambil langkah-langkah untuk mewujudkan perdamaian,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Paus juga mengungkapkan kegembiraannya bisa berkunjung ke Indonesia. Paus mengungkapkan masih ada persoalan. Hal yang juga terjadi di negara berkembang lainnya. Menurut Bapa Suci, salah satu tantangan umum yang dihadapi negara berkembang adalah memastikan adanya komunikasi yang baik antara berbagai sektor masyarakat.

Baca juga : Menteri Siti Dianugerahi Gelar Ibu Manggala Agni

Selain itu, Paus mengungkapkan rasa kagumnya terhadap Indonesia. Ia pun menyatakan sangat menikmati kunjungannya pada 3-6 September lalu. “Saya sangat menikmati kunjungan saya; itu sangat indah!” ujarnya dengan penuh antusias.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 15 September 2024 dengan judul Ngobrol Di Pesawat Singapura-Vatikan, Paus Puji Indonesia Negeri Yang Indah

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.