Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Nobel Perdamaian 2024 Diraih Nihon Hidankyo, Kelompok Penyintas Bom Atom Jepang
Jumat, 11 Oktober 2024 19:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hadiah Nobel Perdamaian 2024 akhirnya diberikan kepada Nihon Hidankyo, organisasi penyintas bom atom dari Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, atas upayanya mewujudkan dunia yang bebas dari senjata nuklir.
Komite Nobel Norwegia memuji kelompok tersebut, karena telah berhasil menunjukkan bahwa senjata nuklir tak lagi boleh digunakan, melalui testimoni para saksi.
Nihon Hidankyo, yang juga dikenal sebagai Hibakusha, dibentuk oleh para saksi bom nuklir Hiroshima dan Nagasaki, yang pernah digunakan dalam perang.
Sejauh ini, para penyintas telah mendedikasikan hidup mereka untuk mencoba membersihkan dunia dari senjata nuklir.
"Hibakusha membantu kami untuk menggambarkan hal-hal yang tak terlukiskan, memikirkan hal-hal yang tidak terpikirkan, dan entah bagaimana memahami rasa sakit dan penderitaan yang tidak dapat dipahami, yang disebabkan oleh senjata nuklir," kata Komite Nobel Norwegia, saat mengumumkan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian di Ibu Kota Norwegia Oslo, seperti dilansir CNN International, Jumat (11/10/2024).
Direktur Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) Dan Smith yang sebelumnya mengatakan tidak ada yang pantas memenangkan Nobel Perdamaian 2024, mengingat saat ini perang terjadi di mana-mana, mengaku senang karena penghargaan dunia tersebut jatuh ke tangan Hibakusha.
"Seperti yang dikatakan para pemimpin Soviet dan AS, Mikhail Gorbachev dan Ronald Reagan pada tahun 1985, perang nuklir tidak akan pernah bisa dimenangkan dan tidak boleh diperjuangkan. Hibakusha mengingatkan kita akan hal itu setiap hari,” kata Smith, Jumat (11/10/2024).
Baca juga : Pertamina Patra Niaga JBB Berdayakan Kelompok Wanita Tani
“Bom di Nagasaki menandai kedua kalinya senjata nuklir digunakan dalam perang. Semoga, itu adalah yang terakhir!” imbuhnya.
Sedikitnya 80 ribu orang tewas seketika, saat AS menjatuhkan bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Saat melihat balon awan jamur ke langit, kopilot Enola Gay yang menjatuhkan bom atom: Robert Lewis dilaporkan berkata: "Ya Tuhan, apa yang telah kita lakukan?"
Tiga hari kemudian, AS menjatuhkan bom kedua di Nagasaki, yang menewaskan sekitar 70 ribu orang.
Pada tahun-tahun berikutnya, puluhan ribu orang tewas di Hiroshima dan Nagasaki akibat radiasi ledakan tersebut.
Penyintas yang terabaikan
Ribuan orang yang selamat, banyak yang mengalami luka parah dan penyakit radiasi. Mereka dikenal dengan sebutan hibakusha, yang artinya "orang yang terkena bom."
Ada juga istilah niju hibakusha, yang merujuk pada lebih dari 160 orang, yang terkena efek bom Hiroshima dan Nagasaki.
"Nasib mereka yang selamat dari neraka Hiroshima dan Nagasaki telah lama disembunyikan dan diabaikan,” ungkap Komite Nobel Norwegia.
Baca juga : PTPN III Gelar Program Relawan Bakti BUMN 2024 di Daerah Super Prioritas Likupang
Tahun 1956, kelompok hibakusha lokal mulai bersatu, membentuk organisasi yang sekarang dikenal dengan nama Nihon Hidankyo.
Selama beberapa dekade, organisasi tersebut telah berhasil mengumpulkan ribuan laporan saksi dan mengirim delegasi tahunan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan konferensi perdamaian, untuk mendesak perlucutan senjata nuklir.
PM Jepang Memuji
Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba memuji keputusan Komite Nobel Norwegia, yang memberikan Hadiah
Nobel Perdamaian 2024 kepada Nihon Hidankyo.
"Sangat berarti, Hadiah Nobel Perdamaian akan diberikan kepada organisasi yang telah bekerja untuk penghapusan senjata nuklir selama bertahun-tahun," kata PM Jepang dalam kunjungan ke Laos, Jumat (11/10/2024).
Hadiah Nobel Perdamaian 2024 adalah hadiah ke-105 yang diberikan sejak tahun 1901.
Nihon Hidankyo, yang merupakan pemenang Nobel ke-141, akan menerima hadiah uang tunai sekita 1 juta dolar AS atau setara Rp 15,59 miliar.
Kriteria Pemberian Hadiah
Surat wasiat Alfred Nobel menguraikan tiga kriteria untuk pemberian hadiah. Yakni pekerjaan terbaik untuk persaudaraan antar negara, penghapusan atau pengurangan tentara tetap, serta untuk penyelenggaraan dan promosi kongres perdamaian.
Baca juga : Persija Imbangi Singo Edan, Madura United Menang
Meski surat wasiat ditulis sebelum penciptaan senjata nuklir, Hadijah Nobel Perdamaian sebelumnya telah diberikan kepada individu dan kelompok yang terlibat dalam perlucutan senjata nuklir.
Komite mengakui, Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini diberikan di tengah kondisi tabu terhadap penggunaan senjata nuklir berada di bawah tekanan.
"Cerita dan kesaksian Hibakusha adalah pengingat penting tentang betapa tidak dapat diterimanya penggunaan senjata nuklir," tutur Ketua Komite Nobel Jorgen Watne Frydnes.
Dalam penilaian tahunan 2024 tentang keadaan persenjataan, SIPRI melaporkan, sembilan negara bersenjata nuklir: AS, Rusia, Inggris, Prancis, Cina, India, Pakistan, Korea Utara, dan Israel terus memodernisasi gudang senjata nuklir mereka. Beberapa bahkan menyebarkan sistem senjata baru yang bersenjata nuklir atau berkemampuan nuklir pada tahun 2023.
Januari 2024, SIPRI memperkirakan ada 12.121 hulu ledak nuklir di seluruh dunia, sekitar 9.585 di antaranya berada dalam persediaan militer untuk potensi penggunaan.
"Sementara total hulu ledak nuklir global terus menurun karena senjata era Perang Dingin dibongkar secara bertahap, kami terus melihat peningkatan jumlah hulu ledak nuklir operasional dari tahun ke tahun," kata Smith.
Menurutnya, tren ini akan berlanjut dan mungkin akan meningkat di tahun-tahun mendatang. Ini sangat memprihatinkan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya