Dark/Light Mode

Anak Jadi Polisi Demi Cokok Pembunuh Ayah

Selasa, 15 Oktober 2024 06:35 WIB
Gislayne Silva de Deus.
Gislayne Silva de Deus.

RM.id  Rakyat Merdeka - Seorang wanita di Bra­zil mengabdikan hidupnya untuk menangkap pembunuh ayahnya. Setelah 25 tahun, wanita bernama Gislayne, akhirnya berhasil menangkap penjahat yang menembak sang ayah dan membawanya ke pengadilan.

Ayah dari Gislayne bernama Givaldo Jose Vicente de Deus. Kasus pembunuhan ayahnya terjadi pada 16 Februari 1999, saat Gislayne berusia 9 tahun. Ayahnya, yang akrab dipanggil Givaldo, ditembak di sebuah bar di Kota Boa Vista, Brazil.

Givaldo terlibat pertengkaran dengan Raimundo Alves Gomes mengenai utang sebe­sar 150 real Brazil (sekitar Rp 500.000 pada 1999). Kabarnya uang itu utang Givaldo kepada Gomes.

Gomes menembak kepala ayah lima anak itu dari jarak dekat. Setelah itu, Gomes melarikan diri dari tempat ke­jadian. Surat perintah penang­kapan telah dikeluarkan. Akan tetapi, dia tidak pernah di­tangkap dan hukuman penjara tidak pernah dilaksanakan.

Keluarga Givaldo yang berduka tidak pernah putus asa membawa sang pembunuh ke pengadilan.

Baca juga : Ayah Suruh Anak Jadi Perampok

“Ibu harus berjuang keras membesarkan kami. Peristiwa ini bisa saja membawa kami ke jalan lain, tetapi ibu selalu mengajarkan kami mengikuti jalan yang benar,” kata Gis­layne, dilansir Oddity Central.

Sebagai anak tertua dari lima bersaudara, Gislayne harus membantu sang ibu mengurus adik-adiknya. Meski begitu, Gislayne tidak pernah meng­abaikan pelajaran sekolah.

Sang ayah selalu mendo­rongnya belajar keras. Saat masih hidup, ayahnya selalu siap membantunya menger­jakan pekerjaan rumahnya. Karena itu, Gislayne tidak ingin mengecewakan mendiang ayahnya.

Dia ingin suatu hari dapat mengakhiri semua masalah keluarganya dengan menang­kap pembunuh sang ayah.

Pada usia 18 tahun, setelah lulus SMA, Gislayne diterima di sekolah hukum dan menjadi pengacara berlisensi tujuh tahun. Namun, pada 2022, dia meninggalkan kariernya itu untuk menjadi polisi.

Baca juga : KGN Yakin Mas Pram-Bang Doel Disokong Pendukung Anies

Hebatnya, dua tahun kemu­dian, atau pada 19 Juli 2024, dia lulus ujian. Gislayne resmi diangkat menjadi penyidik Ke­polisian Negara Bagian di Bra­zil. Saat itu, dia segera meminta posisi di Divisi Pembunuhan. Langkah ini memberinya kesempatan mengejar Gomes.

Sebelumnya, pada 2013, Gomes dijatuhi hukuman 12 tahun penjara atas pembunuhan ayah Gislayne. Karena Gomes tidak pernah ditangkap setelah kejahatan tersebut, hukuman itu tidak pernah dilaksanakan.

Pengacaranya mengajukan banding atas putusan tersebut pada 2014 dan 2015. Tetapi kedua banding tersebut dito­lak Pengadilan Tinggi. Surat perintah penangkapan terbaru untuk Gomez dikeluarkan pada 2019.

Namun, pada 25 Septem­ber lalu, Gislayne mewujud­kan mimpinya. Dia dan tim­nya menemukan pembunuh ayahnya bersembunyi di se­buah peternakan di wilayah Nova Cidade dekat Boa Vista.

“Saya menyampaikan berita itu kepada keluarga dan semua orang merasakan kedamaian dan keadilan yang luar biasa. Saya menangis lega karena setelah sekian lama, rasanya seperti beban berat telah terang­kat dari pundak saya,” ujarnya.

Baca juga : Ketum AMPI Jerry: Tak ada Mosi Tidak Percaya

Kisah Gislayne menyentuh hati jutaan orang. Kisahnya viral di Brazil dan seluruh Amerika Selatan. LDU

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 15 Oktober 2024 dengan judul "Anak Jadi Polisi Demi Cokok Pembunuh Ayah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.