Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Seorang wanita di Brazil mengabdikan hidupnya untuk menangkap pembunuh ayahnya. Setelah 25 tahun, wanita bernama Gislayne, akhirnya berhasil menangkap penjahat yang menembak sang ayah dan membawanya ke pengadilan.
Ayah dari Gislayne bernama Givaldo Jose Vicente de Deus. Kasus pembunuhan ayahnya terjadi pada 16 Februari 1999, saat Gislayne berusia 9 tahun. Ayahnya, yang akrab dipanggil Givaldo, ditembak di sebuah bar di Kota Boa Vista, Brazil.
Givaldo terlibat pertengkaran dengan Raimundo Alves Gomes mengenai utang sebesar 150 real Brazil (sekitar Rp 500.000 pada 1999). Kabarnya uang itu utang Givaldo kepada Gomes.
Gomes menembak kepala ayah lima anak itu dari jarak dekat. Setelah itu, Gomes melarikan diri dari tempat kejadian. Surat perintah penangkapan telah dikeluarkan. Akan tetapi, dia tidak pernah ditangkap dan hukuman penjara tidak pernah dilaksanakan.
Keluarga Givaldo yang berduka tidak pernah putus asa membawa sang pembunuh ke pengadilan.
Baca juga : Ayah Suruh Anak Jadi Perampok
“Ibu harus berjuang keras membesarkan kami. Peristiwa ini bisa saja membawa kami ke jalan lain, tetapi ibu selalu mengajarkan kami mengikuti jalan yang benar,” kata Gislayne, dilansir Oddity Central.
Sebagai anak tertua dari lima bersaudara, Gislayne harus membantu sang ibu mengurus adik-adiknya. Meski begitu, Gislayne tidak pernah mengabaikan pelajaran sekolah.
Sang ayah selalu mendorongnya belajar keras. Saat masih hidup, ayahnya selalu siap membantunya mengerjakan pekerjaan rumahnya. Karena itu, Gislayne tidak ingin mengecewakan mendiang ayahnya.
Dia ingin suatu hari dapat mengakhiri semua masalah keluarganya dengan menangkap pembunuh sang ayah.
Pada usia 18 tahun, setelah lulus SMA, Gislayne diterima di sekolah hukum dan menjadi pengacara berlisensi tujuh tahun. Namun, pada 2022, dia meninggalkan kariernya itu untuk menjadi polisi.
Baca juga : KGN Yakin Mas Pram-Bang Doel Disokong Pendukung Anies
Hebatnya, dua tahun kemudian, atau pada 19 Juli 2024, dia lulus ujian. Gislayne resmi diangkat menjadi penyidik Kepolisian Negara Bagian di Brazil. Saat itu, dia segera meminta posisi di Divisi Pembunuhan. Langkah ini memberinya kesempatan mengejar Gomes.
Sebelumnya, pada 2013, Gomes dijatuhi hukuman 12 tahun penjara atas pembunuhan ayah Gislayne. Karena Gomes tidak pernah ditangkap setelah kejahatan tersebut, hukuman itu tidak pernah dilaksanakan.
Pengacaranya mengajukan banding atas putusan tersebut pada 2014 dan 2015. Tetapi kedua banding tersebut ditolak Pengadilan Tinggi. Surat perintah penangkapan terbaru untuk Gomez dikeluarkan pada 2019.
Namun, pada 25 September lalu, Gislayne mewujudkan mimpinya. Dia dan timnya menemukan pembunuh ayahnya bersembunyi di sebuah peternakan di wilayah Nova Cidade dekat Boa Vista.
“Saya menyampaikan berita itu kepada keluarga dan semua orang merasakan kedamaian dan keadilan yang luar biasa. Saya menangis lega karena setelah sekian lama, rasanya seperti beban berat telah terangkat dari pundak saya,” ujarnya.
Baca juga : Ketum AMPI Jerry: Tak ada Mosi Tidak Percaya
Kisah Gislayne menyentuh hati jutaan orang. Kisahnya viral di Brazil dan seluruh Amerika Selatan. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 15 Oktober 2024 dengan judul "Anak Jadi Polisi Demi Cokok Pembunuh Ayah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya