Dark/Light Mode

Ketum AMPI Jerry: Tak ada Mosi Tidak Percaya

Minggu, 15 September 2024 13:50 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - DPP AMPI mengadakan Rapat Pleno keempat dengan Agenda Konsolidasi Organisasi, di Ruang Rapat DPP AMPI, Slipi, Sabtu (14/9/2024).

Ketua Umum DPP AMPI Jerry Sambuaga yang memimpin langsung Sidang Pleno tersebut.

Dalam dinamikanya, rapat pleno yang berlangsung hampir 10 jam itu mengeluarkan beberapa keputusan.

Pertama, menonaktifkan Sekjen Ahmad Andi Bahri. Langkah ini diambil karena Sekjen Ahmad Andi Bahri dituding beberapa pengurus yang menyatakan bahwa Sekjen memiliki permasalahan yang harus diklarifikasi.

Kedua, ditunjuknya Plt Sekjen DPP AMPI yaitu Rizky Maulana. Keputusan ini diambil untuk mengisi kekosongan posisi Sekjen dan memastikan agar roda organisasi tetap berjalan.

Ketiga, dibentuknya tim khusus untuk melakukan rapat terbatas sesuai dengan Peraturan Organisasi untuk membahas permasalahan Sekjen Ahmad Andi Bahri.

Baca juga : Jadi Ketum Kadin, Anindya Bakal Menghadap Jokowi Dan Prabowo

Rapat khusus ini langsung dikomandoi oleh Wakil Ketua Umum DPP AMPI Ema Lamajido yang nantinya akan melaporkan hasilnya dalam rapat pleno khusus terkait pelanggaran disiplin organisasi.

"Keputusan dalam rapat pleno ini diambil dalam rangka mendengar aspirasi dari peserta rapat pleno dan mencari solusi bersama,” tuturnya.

Walaupun sempat dinamis tetapi keputusan rapat pleno harus berlandaskan mekanisme organisasi.

“Seperti perihal terkait pelanggaran disiplin organisasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Organisasi," imbuhnya.

Ditanya terkait insiden kekerasan yang terjadi dalam rapat pleno Jerry Sambuaga mengakui, ada insiden dalam rapat pleno.

Ada aksi provokasi, bahkan ada aksi anarkis, yakni penarikan paksa bahkan pemukulan oleh oknum yang tidak dikenal terhadap Sekjen Ahmad Andi Bahri.

Baca juga : Menterinya Direshuffle, Banteng Tidak Meratap

“Ada juga aksi walkout oleh sekelompok pengurus dpp ampi dan membuat rapat pleno sendiri," tutur Jerry.

Jerry menambahkan, perdebatan dalam rapat pleno adalah hal yang biasa. Banyak hal yang bisa dibahas oleh setiap pengurus dalam rapat pleno.

“Oleh karena itu mari kita bahas setiap aspirasi tersebut dalam rapat pleno dengan tenang dan kondusif,” ajaknya.

Dia menegaskan, tidak boleh ada aksi kekerasan ketika menyikapi perbedaan pendapat.

“Tindakan kekerasan dan anarkis kepada siapapun sama sekali tidak bisa dibenarkan," tegasnya.

Jerry pun menyampaikan, sesuai dengan mekanisme yang berlaku dalam setiap forum, rapat, dan sidang.

Baca juga : Kemenag Ajak Semua Pihak Berkontribusi dalam Pemberdayaan Umat

Ketika ada pengurus yang walkout, artinya mereka tidak lagi mengikuti rapat. Sikap ini dihormati.

Tetapi ditegaskannya, apa pun sikap itu tidak mengubah keputusan resmi yang sudah diputuskan dalam rapat pleno yang tetap kuorum yang dipimpin olehnya.

“Jadi apa pun yang mereka lakukan di luar rapat resmi pleno yang saya pimpin adalah tidak sah, termasuk mosi tidak percaya yang secara sepihak mereka ajukan,” tegasnya.

“Berbeda pendapat adalah hal biasa dalam organisasi, tetapi mekanisme dan prosedur dalam organisasi harus tetap dijalankan," tutup Jerry.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.