Dark/Light Mode

Anak Judol Dan Cuci Darah

Minggu, 28 Juli 2024 06:35 WIB
SUPRATMAN
SUPRATMAN
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Ini sudah sangat mengkhawatirkan. Pertama, ratusan ribu anak sudah kecanduan dan terjerat judi online (judol).

Kedua, banyak anak yang sudah harus menjalani cuci darah. Ginjalnya kena, karena sering mengkonsumsi minuman berpemanis dalam kemasan.

Dua berita ini mencuat sepekan terakhir. “Miris, 197.000 Anak Kecanduan Judol. Transaksinya Tembus Rp 293 Miliar,” begitu judul headline halaman depan Rakyat Merdeka, Sabtu (27/7/24).

Fenomena ini tak bisa dianggap enteng. Untuk judol, bukan hanya anak-anak yang terjerat, orang dewasa, termasuk mahasiswa, juga banyak yang terjerat.

“Saudara kandungnya”, pinjaman online (pinjol), juga banyak menjerat Gen Z dan generasi milenial. Kelompok usia ini menjadi penerima terbesar kredit pinjol, yakni 54,06 persen atau mencapai Rp 27,1 triliun.

Baca juga : KPK Yang “Bagus” Dan “Bahaya”

Kondisi ini menjadi kekhawatiran yang sangat meresahkan. Kalau tidak segera dicari jalan keluarnya, 10-20 tahun ke depan, Indonesia terancam bahaya besar.

Kekhawatiran ini tercermin dari plesetan Indonesia Emas 2045 menjadi Indonesia Cemas. Ini jangan sampai terjadi. Perlu diantisipasi serius dan konsisten dari sekarang.

Cita-cita Indonesia Emas 2045, dimana Indonesia akan menjadi negara tangguh, bedaulat, maju dan mandiri jangan hanya sekadar slogan.

Saat itu, ketika merayakan ulang tahun ke-100 pada 2045, Indonesia diharapkan sudah memiliki pendapatan per kapita yang setara dengan negara maju, kemiskinan tidak sampai satu persen, ketimpangan pendapatan antar penduduk dan antar daerah kian menipis.

Selain itu, daya saing manusia Indonesia, juga meningkat, dengan tingkat kesehatan, pendidikan serta penguasaan teknologi dan inovasi yang jauh lebih baik.

Baca juga : Biden Dan Indonesia

Itu Indonesia Emas. Jangan sampai visi tersebut rusak karena permasalahan anak Indonesia kurang ditangani serius. Permasalahan tersebut antara lain, dua kasus tadi: judol dan kesehatan anak.

Pada 14 Juni 2024 lalu pemerintah sebenarnya sudah membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring. Sejauh ini, Satgas tampaknya perlu berjuang lebih keras dan lebih masif lagi. Sekarang, muncul lagi “inisial T” yang dikaitkan dengan judol.

Selain itu, masih banyak permasalahan anak yang tak kalah seriusnya. Misalnya, hak atas pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan, kekerasan terhadap anak, pernikahan dini, pekerja anak serta anak jalanan; juga perlu mendapat perhatian serius.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sudah melakukan beberapa langkah, namun perlu berjuang lebih keras lagi.

Ke depan, di era Prabowo-Gibran, para menterinya harus memiliki darah segar serta ide-ide dan gebrakan luar biasa. Karena, mengurus negara, termasuk mengurus perempuan dan anak bukanlah coba-coba, spekulasi atau perjudian.

Baca juga : Meracik Obat Pilkada

Anak-anak Indonesia sekarang akan menjadi tulang punggung Indonesia Emas 2045. Bukan anak yang terjerat judol dan pinjol atau bermasalah dengan kesehatan.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Mnggu, 28 Juli 2024 dengan judul "Anak Judol Dan Cuci Darah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.