Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rural ICT Camp 2024, Inggris Bangun Konektivitas Desa Dan Ketahanan Iklim
Kamis, 17 Oktober 2024 21:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Inggris menggelar Kamp TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) Pedesaan (Rural ICT Camp) kelima di Ujung Genteng, Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat pada 7 – 11 Oktober 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Akses Digital Pemerintah Inggris dengan tema "Konektivitas Pedesaan dan Ketahanan Iklim".
Kegiatan kolaboratif dengan Common Room Networks Foundation ini bertujuan memperkuat konektivitas di wilayah pedesaan melalui keterampilan teknis dan literasi digital. Acara ini mempertemukan 11 kelompok Sekolah Internet Komunitas (SIK) yang masing-masing diwakili tiga Orang dari 10 Provinsi. Termasuk perwakilan dari Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, dan Desa Toro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Menurut Direktur Pembangunan Inggris untuk Indonesia Amanda McLoughlin, inisiatif ini membantu menjembatani kesenjangan digital dan memberdayakan masyarakat pedesaan untuk membangun ketahanan dalam menghadapi perubahan iklim.
"Kamp ini menggarisbawahi pentingnya infrastruktur digital yang digerakkan masyarakat dalam mengurangi kesenjangan dan mendorong ketahanan iklim," terang McLoughlin.
Dalam acara ini, McLoughlin dan juga Kepala Pembangunan Digital Kementerian Luar Negeri dan Pembangunan Inggris Alessandra Lustrati meresmikan menara internet dari bambu di Balai Desa Pangumbahan. Dilengkapi dengan stasiun cuaca IoT (Internet of Things), menara ini mengumpulkan data cuaca secara otomatis dan real-time untuk mendukung pemantauan iklim setempat.
Baca juga : Indonesia Exploration Forum 2024 Dukung Eksplorasi Migas Dan Ketahanan Energi
"Inisiatif ini merupakan bagian dari sains warga, yang memberdayakan masyarakat untuk melacak data iklim mereka sendiri dengan biaya minimal," imbuhnya.
Tenaga Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Molly Prabawaty mengatakan, tema Rural ICT Camp 2024 ini sangat relevan dengan Indonesia yang dalam lima tahun terakhir mengalami peningkatan intensitas bencana seperti banjir dan tanah longsor.
"Dalam kurun waktu tersebut, peningkatannya bahkan mencapai 25 persen," ujar Molly.
Teknologi digital, sambungnya, memungkinkan masyarakat menerima peringatan dini, pemantauan waktu nyata, pertanian cerdas yang membantu ketahanan pangan.
"Petani bisa mendapatkan informasi akurat," tambahnya.
Baca juga : Prudential Indonesia Bersama Disabilitas Bangun Literasi Inklusi Keuangan
Senada, Direktur Common Room Gustaff H. Iskandar mengatakan, konektivitas yang berpusat pada masyarakat sangat penting untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan iklim.
"Keterlibatan warga dapat memperkuat konektivitas pedesaan dan pemanfaatan internet yang bermakna," tuturnya.
Salah satu peserta Sekolah Jejaring Komunitas dari Balai Latihan Kerja Don Bosco, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Imelda mengatakan bahwa akses internet dapat membuat pengetahuan menjadi lebih luas, khususnya bagi perempuan.
"Saya ingin perempuan juga bisa setara dengan laki-laki dan bahkan lebih, serta mendapatkan akses khususnya pendidikan, karena kita juga tidak ingin tertinggal," ujar Imelda.
Sejak diluncurkan pada 2020, Rural ICT Camp telah menjadi wadah untuk pengembangan kapasitas, literasi digital, dan pertukaran pengetahuan. Rural ICT Camp pertama dan kedua, pada 2020 dan 2021 dilaksanakan di Kasepuhan Desa Adat Ciptagelar, Sukabumi, Jawa Barat.
Baca juga : Raih Green Eurasia 2024, KLHK Komitmen Dalam Pengendalian Perubahan Iklim
Pada 2022, Camp TIK Pedesaan ketiga diselenggarakan di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Dilanjutkan pada 2023, yang memilih Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, sebagai lokasi kamp keempat.
Rural ICT Camp 2024 diselenggarakan secara hybrid. Acara juga diisi dengan diskusi kelompok melalui DAP Global Learning Event, yaitu wadah berbagi ilmu.
Puncak acara adalah sesi “Lingkaran Solidaritas”, yang pertama kalinya menyediakan ruang aman bagi peserta perempuan untuk berbagi tantangan dan harapan terkait peran mereka dalam program Sekolah Internet Komunitas.
Kegiatan lainnya termasuk pelepasan tukik penyu di Pusat Konservasi Penyu Pangumbahan, lokakarya tentang pengurangan risiko bencana (PRB).
Untuk penutupan acara, kelompok boneka Pancanaka yang menampilkan dalang E. Karyadinata Cakrasuangsa, mempromosikan literasi digital melalui seni tradisional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya