Dark/Light Mode

Lewat Anugerah Bug Bounty 2024

Kemendikbudristek Dorong Kesadaran Keamanan Siber Insan Pendidikan

Jumat, 30 Agustus 2024 23:53 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagai upaya untuk selalu menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran terhadap keamanan siber, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) menyelenggarakan Anugerah Bug Bounty 2024.

Acara digelar di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Kamis (29/8/2024).

Anugerah Bug Bounty 2024 merupakan puncak dari rangkaian pelaksanaan Kompetisi Bug Bounty.

Kompetisi ini merupakan ajang bagi Bug Hunter di kalangan insan pendidikan, yakni pendidik (dosen dan guru) dan peserta didik (siswa dan mahasiswa), dalam mencari celah keamanan.

Celah tersebut dapat dieksploitasi pada sebuah sistem target yang telah disepakati antara pemilik layanan dan Bug Hunters.

Kompetisi Bug Bounty merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan pertama kali, pada tahun 2022 dengan mengacu pada kerangka kerja standar keamanan siber OWASP (Open Web Application Security Project) TOP 10 2021.

Bug Bounty 2024 mengusung tema “Security Starts with You” yang menekankan pentingnya partisipasi aktif individu dalam menumbuhkan kesadaran, terhadap keamanan informasi.

Serta, mengimplementasikan budaya keamanan informasi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan insan pendidikan.

Baca juga : Mendikbudristek Bangga Kualitas Perfilman Indonesia Meningkat

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti, dalam sambutannya mengungkapkan, Bug Bounty ini tidak hanya dijadikan sebagai sebuah ajang kompetisi.

Namun juga, sebagai sebuah gerakan untuk terus meningkatkan kesadaran dan budaya keamanan informasi di lingkungan Kemendikbudristek.

Serta untuk menciptakan ekosistem bagi tumbuhnya talenta-talenta keamanan informasi di Indonesia.

Kompetisi Bug Bounty 2024 sudah dilaksanakan sejak bulan Juni sampai dengan Agustus dengan menyajikan 25 sistem elektronik, yang diselenggarakan oleh satuan-satuan kerja di lingkungan Kemendikbudristek sebagai target.

Kompetisi diikuti oleh 1597 peserta yang terdiri dari 272 siswa, 756 mahasiswa, 471 guru, dan 98 dosen.

Melalui Kompetisi Bug Bounty, Suharti menyampaikan perlunya dukungan dari seluruh satuan kerja di lingkungan Kemendikbudristek agar tercipta kesadaran dan budaya keamanan informasi.

“Mari kita semua sebagai insan pendidikan Indonesia bersama-sama menumbuhkan dan terus meningkatkan kesadaran keamanan informasi atau keamanan siber mulai dari diri kita sendiri,” ajak Suharti.

Dia berharap, ajang ini terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesadaran keamanan informasi/siber di lingkungan Kemendikbudristek.

Baca juga : Cetak Ahli IT, Swiss German University Gandeng Perusahaan Keamanan Siber Rusia

“Saya juga berharap agar Anda semua bisa menjadi agen perubahan untuk mengampanyekan kesadaran keamanan informasi/siber, serta membangun komunitas belajar di Platform Merdeka Mengajar,” tandasnya.

Kepala Pusdatin Yudhistira Nugraha mengatakan, implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik telah membawa dampak besar dalam dunia pendidikan, termasuk aspek keamanan informasi.

“Melalui program Bug Bounty ini, kami berusaha memastikan bahwa keamanan sistem elektronik pendidikan kita tetap terjaga dengan baik, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan lancar dan aman,” ujar Yudhistira.

Dia berharap, Ajang Bug Bounty dapat dijadikan sebagai tumpuan bagi para peserta untuk mengasah kemampuan.

“Serta bagaimana memastikan sistem elektronik yang kita kelola itu andal, aman, dan bertanggung jawab,” harapnya.

Dalam Anugerah Bug Bounty 2024, Kemendikbudristek memberikan penghargaan kepada 12 pemenang yang dibagi menjadi empat kategori, yaitu kategori siswa, mahasiswa, guru, dan dosen.

Para pemenang diharapkan bisa menjadi agen perubahan untuk mengampanyekan pentingnya keamanan siber.

Rangkaian acara diisi dengan seminar yang bertajuk “Keamanan Siber: Tantangan dan Peluang di Era Digital” yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya perlindungan data pribadi di era digital serta menyoroti peluang karier yang menjanjikan di bidang keamanan siber.

Baca juga : Timezone Indonesia Berbagi Kebahagiaan Bersama Puluhan Anak Penyitas Kanker

Anugerah Bug Bounty sudah memasuki tahun ketiga. Momen ini tidak sekadar sebuah ajang kompetisi, melainkan menjadi sebuah gerakan untuk meningkatkan kesadaran dan literasi keamanan siber di kalangan pendidik dan peserta didik.

Dengan begitu mereka bisa menciptakan ekosistem yang kondusif bagi tumbuhnya talenta-talenta keamanan siber di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, turut diluncurkan ManggalaEdu, platform yang menjadi wadah bagi para Manggala Siber di bidang pendidikan.

Platform ini berfungsi sebagai tempat pembelajaran, berbagi pengetahuan, dan berkolaborasi dalam menghadapi tantangan keamanan siber yang terus berkembang.

“Saat ini kami juga sedang mengembangkan ekosistem yang lebih luas, di mana peserta-peserta Bug Bounty dapat masuk ke dalam ekosistem ManggalaEdu,” ungkap Yudhistira.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.