Dark/Light Mode

Selisih Suara Menipis, Gaet Pemilih Pake Strategi Baru

Ubah Gaya Kampanye, Harris Serang Trump

Sabtu, 19 Oktober 2024 06:20 WIB
Wakil Presiden Kamala Harris berkampanye di Washington Crossing, Pennsylvania, Amerika Serikat, 16 Oktober 2024. Foto: EVELYN HOCKSTEIN/REUTERS
Wakil Presiden Kamala Harris berkampanye di Washington Crossing, Pennsylvania, Amerika Serikat, 16 Oktober 2024. Foto: EVELYN HOCKSTEIN/REUTERS

RM.id  Rakyat Merdeka - Calon Presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) Kamala Harris ganti gaya orasi di masa-masa terakhir kampanye jelang Pemilu Presiden (Pilpres) 5 November nanti. Gaya ceria dan penuh energi positif di awal-awal kampanye mulai ditinggalkan.

Harris memilih cara lain untuk menggaet pemilih. Capres perempuan pertama dari kalangan kulit hitam ini menyebarkan pandangannya mengenai masa depan Paman Sam yang suram jika dipimpin rivalnya dari Partai Republik Donald Trump.

Harris harus mengubah gaya kampanyenya karena hasil jajak pendapat menunjukkan dia mulai kehilangan suara yang sempat didapat di awal-awal masa pencalonan.

Di berbagai jajak pendapat, Harris dan Trump saling kejar dengan selisih satu dan dua poin saja.

“Trump makin hari makin tidak stabil dan tidak masuk akal. Dia tidak akan berhenti sampai mendapatkan kekuasaan,” ujar Harris saat berkampanye di La Crosse, Negara Bagian Wisconsin, Kamis (17/10/2024).

Harris pun mengingatkan para pemilih dengan penyerangan Gedung Parlemen AS, Capitol Hill, pada 6 Januari 2021.

Baca juga : Nggak Punya Ongkos, Saksi Minta Diperiksa Di Ternate

“Trump menyebut hari itu sebagai hari penuh cinta. Dia sudah tidak peduli dengan aturan dan norma yang ada,” sentil Harris.

Wakil Presiden AS ini menekankan bahwa Paman Sam tidak perlu dipimpin presiden yang senang memanipulasi kebenaran.

Gaya orasi Harris saat berkampanye disambut pendukungnya. Salah satunya Joy Olson (70).

“Saya bosan melihat Harris yang baik hati dan tersenyum ramah. Dia perlu sesekali melawan dan menyerang Trump. Ungkit saja keburukannya,” tegas Olson, yang ikut kampanye Harris di Wisconsin.

Saat berkampanye di Green Bay, Wisconsin, Kamis malam (17/10/2024), Harris menyebut Trump sebagai ‘Bapak Bayi Tabung’ karena menolak hak aborsi.

“Saya lebih setuju dengan gaya agresif supaya Trump tahu diri,” ujar warga Green Bay, Greg Swagel (76).

Baca juga : Lyodra, Ops, Digebet Randy Martin

Dia mendukung gaya Harris yang menyerang keburukan rival politiknya secara terbuka.

“Asal Harris tidak berubah menjadi seburuk Trump,” sambung Swagel.

Saat mengisi acara radio yang dipandu Charlamagne Tha God, Harris menyebut Trump sangat mungkin membawa fasisme ke AS. “Kita harus menghindari hal terburuk kan?” ujar Harris.

Saat memulai kampanyenya, Harris hanya menceritakan latar belakangnya sebagai penegak hukum dan menggambarkan bagaimana pemerintahan AS di bawah kepemimpinannya bersama Presiden Joe Biden.

Namun, dua pekan menuju Pilpres, Harris mulai menyebut keburukan yang akan dialami AS jika Trump menjadi presiden lagi.

“Dia (Trump) mau menugaskan personel militer mengawasi warga sipil. Dia juga ingin membatasi hak wanita atas tubuhnya sendiri,” tutur Harris.

Baca juga : Gelar Acara Perpisahan, Kiai Ma’ruf Banyak Tertawa

Perempuan keturunan Jamaika dan India itu juga menggarisbawahi bahwa Trump ingin mencabut kebebasan menggunakan hak pilih hingga soal kebebasan menjadi bagian anggota LGBTQ.

“Dia ingin mencabut semuanya. Dia mau mengambil kebebasan kita hidup tanpa senjata api, kebebasan menikmati udara dan air bersih,” katanya.

Gaya kampanye Harris ini menandai kembalinya strategi kampanye Biden sebelum mengundurkan diri dari pencalonannya.

“Orang-orang lebih tertarik dengan hal-hal berbau negatif,” ungkap Tim Strategi Partai Republik Brendan Buck pada Associated Press, Kamis (17/10/2024).

Menurut Buck, Harris memang harus menunjukkan dirimya sebagai alternatif selain Trump.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.