Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Selisih Suara Menipis, Gaet Pemilih Pake Strategi Baru
Ubah Gaya Kampanye, Harris Serang Trump
Sabtu, 19 Oktober 2024 06:20 WIB
Sebelumnya
“Orang-orang lebih tertarik melihat kelompok anti Trump daripada kelompok pro Harris,” sambung Buck.
Saat Harris berkampanye di Negara Bagian Pennsylvania, Rabu (16/10/2024), sejumlah politisi Republik anti Trump ikut hadir dan mendukung Harris. Tim kampanye Harris yakin ini kesempatan untuk menggaet para pemilih yang anti Trump sejak lama.
Mantan Direktur Komunikasi Biden Kate Bedingfield mengatakan, taktik menyerang Trump dapat memberi Harris celah meraih pemilih independen dan juga pemilih Republik yang moderat.
“Strategi melindungi wajah negara dan melindungi warga AS dari masa depan suram lebih menarik pemilih daripada menjanjikan proses,” ujar Bedingfield.
Selisih Tipis
Dalam berbagai hasil jajak pendapat, keunggulan Harris dari Trump makin tipis.
Hasil jajak pendapat FiveThirtyEight pekan ini menunjukkan, Harris masih menjadi unggulan para pemilih latin. Dia unggul sebanyak 2,4 poin dari Trump.
Baca juga : Nggak Punya Ongkos, Saksi Minta Diperiksa Di Ternate
Dalam hasil jajak pendapat ABCNews/Ipsos pekan lalu, Harris unggul dari Trump sebesar dua poin. Padahal, pada awal September, Harris unggul empat poin dari Trump.
Kedua Capres juga saling kejar dan menyempitkan selisih dukungan dalam jajak pendapat nasional. Penambahan dukungan pada Trump naik secara perlahan, bahkan setelah debat perdananya dengan Harris awal September lalu.
Kemungkinan, dukungan untuk Trump tetap naik stabil berkat penampilan Calon Wakil Presiden JD Vance yang dinilai lebih moderat. Vance berhasil meyakinkan pemilih bahwa perekonomian AS memburuk di bawah kepemimpinan Biden-Harris.
Poling ABCNews/Ipsos juga menunjukkan, 46 persen responden lebih mendukung program ekonomi Trump-Vance. Dengan begitu, Harris-Walz tertinggal dengan 38 persen.
Jajak pendapat dari Emerson College juga menunjukkan bahwa Trump mengungguli Harris di Arizona, Georgia, North Carolina dan Pennsylvania. Sementara Harris hanya unggul di Wisconsin.
Jika melihat pemilih dari sisi gender, di Negara Bagian Arizona, kedua kandidat mendapat dukungan sama kuat di kalangan pria dan wanita. Namun di negara bagian mengambang atau swing states, ada perbedaan jelas.
Baca juga : Lyodra, Ops, Digebet Randy Martin
Harris unggul 12 poin di kalangan pemilih wanita di swing states. Sedangkan Trump unggul 14 persen dukungan pemilih pria.
Dalam jajak pendapat New York Times/Siena College, Harris mendapat dukungan sebesar 49 persen dari responden. Sedangkan Trump mendapat dukungan 46 persen.
Hasil jajak pendapat ini menunjukkan Harris didukung kuat para pemilih muda dan pemilih non-kulit putih. Sementara Trump memiliki basis dukungan di kalangan pemilih kulit putih dan tidak kuliah.
Para pemilih dari kalangan pensiunan juga terlihat mengalihkan dukungan dari Trump ke Harris. Namun, untuk Gen X dan para boomers, Trump dan Harris harus saling berebut dukungan. Berdasarkan hasil jajak pendapat New York Times/ Siena College sejak Agustus hingga awal Oktober, Harris dan Trump selalu selisih 1-2 poin saja.
Sementara, 1 dari 10 pemilih Republik mengaku akan memilih Harris. Hasil jajak pendapat New York Times/Siena College, 9 persen dari 898 pemilih Republik yang ditanya awal Oktober mengaku akan memilih Harris. Angka ini naik dari 5 persen pada jajak pendapat September lalu.
Di Florida, Trump masih unggul dibanding Harris. Dalam jajak pendapat RMG Research, Trump unggul di Florida 50 persen. Sedangkan Harris hanya mendapat 48 persen dukungan.
Baca juga : Gelar Acara Perpisahan, Kiai Ma’ruf Banyak Tertawa
Hasil jajak pendapat New York Times justru menunjukkan Trump unggul 13 poin di Sunshine State tersebut. Sementara Harris tertinggal jauh dengan 41 persen dukungan.
Analis politik New York Times Nate Cohn mengatakan, Trump sangat mungkin unggul di Florida karena biasanya dia unggul di negara bagian yang memiliki pemimpin Republik yang kuat.
Masing-masing pendukung juga memiliki prioritas yang berbeda. Polling Redfield & Wilton Sttategies mendapati bahwa pemilih Harris menganggap isu aborsi hal penting. Sementara, pendukung Trump menganggap isu imigrasi sebagai masalah yang perlu diselesaikan. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 19 Oktober 2024 dengan judul "Selisih Suara Menipis, Gaet Pemilih Pake Strategi Baru, Ubah Gaya Kampanye, Harris Serang Trump"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya