Dark/Light Mode

Cari Tambahan Dukungan

Harris Tarik Kulit Putih, Trump Disawer Musk

Senin, 28 Oktober 2024 06:20 WIB
Kamala Harris dan Donald Trump.
Kamala Harris dan Donald Trump.

RM.id  Rakyat Merdeka - Calon Presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Kamala Harris terus mencari sumber dukungan tambahan pada Pemilu Presiden (Pilpres). Kali ini, Harris mencoba mencari dukungan suara dari pemilih Donald Trump, yaitu warga kulit putih dan tidak kuliah. Duta Besar Indonesia Untuk Hungaria AH Dimas Wahab Luncurkan Buku Panduan PMI Di Budapest.

Ini cara kubu Demokrat untuk memperlebar perbedaan selisih suara dengan capres Partai Re­publik Donald Trump dalam Pilpres 5 November nanti. Pasalnya, berdasarkan hasil dari banyak jajak pendapat nasional menunjukkan, selisih suara du­kungan untuk Harris dan Trump sangat tipis.

“Ini medan yang sulit. Tapi, tidak ada salahnya mencoba mengumpulkan suara untuk me­nang,” ujar Direktur Kampanye Harris, Dan Kannienen.

Baca juga : Buka Penyidikan Baru, KPK Kantongi Nama Tersangka

Kannienen menyatakan, ini cara tim Harris membuat sedikit terobosan. Namun, pergeseran suara yang terjadi bisa jadi signifikan karena pemilih kulit putih tanpa gelar sarjana jum­lahnya cukup besar.

Menurut Associated Press VoteCast, sekitar 4 dari 10 pemi­lih termasuk dalam kategori ini pada Pilpres 2020.

Sejak Rabu (23/10/2024), tim kampanye Harris telah memasang iklan di DraftKings, sebuah situs web taru­han olahraga.

Baca juga : Ratu Sofya, Bantah Kabur Sama Kekasih

Versi lain di Yahoo Sports menampilkan statistik, seperti pemotongan pajak untuk kelas menengah dan bantuan uang muka sebesar 25.000 dolar AS (Rp 392 juta) untuk pembeli rumah pertama.

Harris juga menayangkan iklan selama pertandingan foot­ball yang menarasikan janji-janjinya jika terpilih menjadi presiden.

Di luar siaran, Harris sangat mengandalkan serikat pekerja untuk menyampaikan kampanye kepada anggota dan komunitas mereka. Dia sering berbicara tentang masalah ekonomi seperti kenaikan harga yang diharapkan akan menarik bagi para pemilih kelas pekerja.

Baca juga : 50 Ribu Karyawan Sritex Terancam PHK, 4 Menteri Turun Gunung

“Orang-orang menginginkan seseorang yang akan ber­pihak pada mereka,” terang Kannienen.

Sementara, juru bicara Partai Republik Whit Ayres meragu­kan Harris dapat membuat tero­bosan menyasar kelas pekerja kulit putih.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.