Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Cari Tambahan Dukungan
Harris Tarik Kulit Putih, Trump Disawer Musk
Senin, 28 Oktober 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Calon Presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Kamala Harris terus mencari sumber dukungan tambahan pada Pemilu Presiden (Pilpres). Kali ini, Harris mencoba mencari dukungan suara dari pemilih Donald Trump, yaitu warga kulit putih dan tidak kuliah. Duta Besar Indonesia Untuk Hungaria AH Dimas Wahab Luncurkan Buku Panduan PMI Di Budapest.
Ini cara kubu Demokrat untuk memperlebar perbedaan selisih suara dengan capres Partai Republik Donald Trump dalam Pilpres 5 November nanti. Pasalnya, berdasarkan hasil dari banyak jajak pendapat nasional menunjukkan, selisih suara dukungan untuk Harris dan Trump sangat tipis.
“Ini medan yang sulit. Tapi, tidak ada salahnya mencoba mengumpulkan suara untuk menang,” ujar Direktur Kampanye Harris, Dan Kannienen.
Baca juga : Buka Penyidikan Baru, KPK Kantongi Nama Tersangka
Kannienen menyatakan, ini cara tim Harris membuat sedikit terobosan. Namun, pergeseran suara yang terjadi bisa jadi signifikan karena pemilih kulit putih tanpa gelar sarjana jumlahnya cukup besar.
Menurut Associated Press VoteCast, sekitar 4 dari 10 pemilih termasuk dalam kategori ini pada Pilpres 2020.
Sejak Rabu (23/10/2024), tim kampanye Harris telah memasang iklan di DraftKings, sebuah situs web taruhan olahraga.
Baca juga : Ratu Sofya, Bantah Kabur Sama Kekasih
Versi lain di Yahoo Sports menampilkan statistik, seperti pemotongan pajak untuk kelas menengah dan bantuan uang muka sebesar 25.000 dolar AS (Rp 392 juta) untuk pembeli rumah pertama.
Harris juga menayangkan iklan selama pertandingan football yang menarasikan janji-janjinya jika terpilih menjadi presiden.
Di luar siaran, Harris sangat mengandalkan serikat pekerja untuk menyampaikan kampanye kepada anggota dan komunitas mereka. Dia sering berbicara tentang masalah ekonomi seperti kenaikan harga yang diharapkan akan menarik bagi para pemilih kelas pekerja.
Baca juga : 50 Ribu Karyawan Sritex Terancam PHK, 4 Menteri Turun Gunung
“Orang-orang menginginkan seseorang yang akan berpihak pada mereka,” terang Kannienen.
Sementara, juru bicara Partai Republik Whit Ayres meragukan Harris dapat membuat terobosan menyasar kelas pekerja kulit putih.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya